lobangpipis Modal Rp15 Ribu, Pria Uzur Bangka di Lombok Utara Perkosa Siswa SLB Sepulang Sekolah


 

Liputan6.com, Lombok Utara – Seorang Pria berinisial NA (43), Penduduk Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB, tega memperkosa anak SLB penyandang tunawicara. Terkait hal itu, Kastreskrim Polres Lombok Utara AKP I Komang Wilandra mangatakan, kasus itu terbongkar usai pihak keluarga melapor.

“Berdasarkan laporan tersebut, kami langsung mengerjakan penyelidikan dan tercapai membongkar identitas pelaku melalui penelusuran rekaman CCTV,” ujarnya.

Ia memaparkan peristiwa itu terwujud ketika korban kembali sekolah pada Selasa (7/4/2026). Korban Nan anyar mengenal pelaku sehari lebih masa lalu mengejar ajakan ciptakan kesana Seiring memanfaatkan sepeda motor.

Pelaku kemudian membawa korban ke Letak Sunyi di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, dan disinyalir mengerjakan tindak kekerasan seksual.

“Mereka Tak Mempunyai Interaksi. Pelaku anyar mengenal korban sehari lebih masa lalu dan mengajaknya kesana ketika korban kembali sekolah,” katanya.

Setelah peristiwa, pelaku mengantar korban kembali ke warung di Ambang sekolah dan memberikan Duit sebesar Rp15 ribu sebelum meninggalkan korban.

Korban kemudian kembali ke Griya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya memanfaatkan bahasa isyarat.

Mendapat laporan tersebut, polisi mengerjakan penyelidikan berbarengan menelusuri rekaman CCTV serta memeriksa saksi-saksi Nan menyaksikan korban Seiring pelaku.

Dari keluaran penyelidikan, identitas pelaku tercapai diungkap dan pada Kamis (16/4/2026) tersangka diamankan di wilayah Kota Mataram berbarengan Donasi personel Polda NTB dan Polresta Mataram.

“Dari barang Nan diajak, disinyalir pelaku berencana melarikan diri,” ujar Komang.

Polisi menduga pelaku telah mengagendakan perbuatannya dan ketika ini Tetap mengerjakan pengembangan ciptakan mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

“Sejauh ini anyar Esa korban, namun kami Tetap mengerjakan pendalaman,” katanya.

Selain itu, Polres Lombok Utara juga memberikan pendampingan kepada korban ciptakan pemulihan trauma dikarenakan peristiwa tersebut.

“Korban Tetap merasakan trauma, sehingga kami turut memberikan pendampingan,” ujar Komang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *