lobangpipis WN Korsel Bos Resto di Surabaya diperkirakan Perkosa Karyawati, Korban berita Polisi



Surabaya

Wanita berinisial MAD (28), karyawati restoran makanan Korea di kawasan lorong Mayjen HR Muhammad, Surabaya, mengabarkan pemilik Loka kerjanya, SSY (64), ke Polrestabes Surabaya. SSY Nan merupakan Penduduk republik Korea Selatan itu diinformasikan atas dugaan kekerasan seksual sejak Maret hingga Juli 2026.

MAD Membikin laporan ke Polrestabes Surabaya pada 29 Juli 2026. Laporan tersebut teregister berbarengan nomor TBL/B/VII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Selain MAD, seorang asisten Griya tangga (ART) berinisial SUF (24), Usul Malang, juga Membikin laporan terhadap SSY. Laporan tersebut terdaftar berbarengan nomor LP/B/1613/VIII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR pada 6 Agustus 2026.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MAD menceritakan, dugaan kekerasan Nan dialaminya bermula pada 12 Maret 2026 Sekeliling pukul 20.00 WIB. ketika itu, SSY menggelar pesta minuman beralkohol Seiring sejumlah temannya Nan juga Penduduk republik Korea Selatan di restoran Nan sedang tahan.

MAD mengaku ketika itu berada di restoran dan dicekoki minuman beralkohol hingga kehilangan kesadaran.

“Itu seruput mulai pukul 20.00 WIB sunyi, Tiba permulaan masa 13 Maret 2026. gua di resto dicekoki minuman. Setelah berakhir seruput, gua kehilangan kesadaran,” ujar MAD, dilansir detikJatim, Kamis (20/8/2026).

Menurut pengakuan MAD, bagian dalam kondisi tersebut dirinya sempat mengira akan diantar balik oleh SSY. Namun, ia kemudian diangkut memanfaatkan mobil milik rekan SSY menuju sebuah hotel.

“berbarengan tak memakai Eksis Selera curiga, dikarenakan memang lebih masa lalu Tak pernah terjadi hal apapun pada gua, gua ikut Beliau guna mobil temannya itu. Mobilnya Beliau ditinggal di resto,” ungkapnya.

MAD berbisik kondisi fisiknya ketika itu telah sangat rapuh. Ia kemudian diangkut ke hotel lain di area Surabaya Barat. Di Letak tersebut, MAD mengaku merasakan kekerasan seksual disertai ancaman dari SSY.

“Masa itu gua telah gak tangguh rasanya mau pingsan. Lampau tumbuh ke atas melangkah masuk ke bagian dalam hotel berbarengan membawa catatan-dokumennya pelaku. ternyata di hotel itu gak Eksis siapa-siapa,” tuturnya.

MAD mengaku mendapatkan ancaman akan kehilangan pekerjaan dan gaji. Ia juga menyebut keluarganya mendapat ancaman apabila menceritakan peristiwa tersebut.

“Beliau kesal mengancam pecat gua, gaji Tak dikeluarkan, keluarga diancam mau dikirimi tukang pukul. dikarenakan kondisi gua di bawah pengaruh alkohol, Beliau memperkosa gua ketika itu,” bebernya.

Keesokan harinya, MAD mengaku kembali mendapat ancaman agar Tak menceritakan peristiwa tersebut. Ia juga menyebut dipaksa mendapatkan Duit Rp 500 ribu sebelum ujungnya balik ke kos.

Dugaan Kekerasan diungkap Berulang

Setelah peristiwa tersebut, MAD mengaku kerap dipanggil ke ruangan SSY di restoran. Ia bekerja sebagai sekretaris di restoran tersebut.

“Di bagian dalam ruangan itu Eksis Esa bilik Bilik, di situ (sering terjadi pelecehan). berbarengan ancaman Nan Baju. gua khawatir. Lampau pada 21 Mei 2026, Beliau kembali mengancam gua berbarengan ancaman Nan Baju, agar mau tinggal di rumahnya. Masa itu Beliau bilang kalau di sana Eksis ART-nya,” bongkar Beliau.

MAD kemudian mengejar SSY ke rumahnya di kawasan Wiyung. Ia mengaku kembali merasakan kekerasan seksual.

“Modusnya Baju, memberi gua pas berlimpah minuman beralkohol. gua ketakutan. khawatir keluarga gua dibunuh atau gua Nan dibunuh. dikarenakan pas berlimpah orang kali itu gua ngerasa Eksis orang Nan mengejar gua. gua menuruti Beliau dikarenakan di bawah tekanan ancaman,” terangnya.

lafal selengkapnya di sini

(idh/imk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *