lobangpipis Ketua Ponpes di Lombok Timur Perkosa 2 Santriwati, Modus Bersihkan Rahim



Lombok Timur

Seorang Ketua keliru Esa pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), disinyalir memperkosa dua santriwati.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, berbisik laporan dugaan kekerasan seksual tersebut telah disampaikan kepada Direktorat Reserse Perlindungan Wanita dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda NTB.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Korbannya Eksis dua. Tapi dugaan kami Tetap Eksis korban lain,” kata Joko selaku pendamping korban, Kamis (29/1/2026).

Pelaku melaksanakan aksinya berkali-kali. Bahkan, Ketua ponpes itu melaksanakan pemerkosaan sejak 2016 ke keliru keliru korban. Korban lainnya disetubuhi 2024.

“ketika peristiwa korban Tetap di bawah umur,” katanya.

Korban Nan disetubuhi sejak 2016 itu sekarang Tak lagi sebagai santriwati. Statusnya juga telah menikah. Kendati demikian, terduga Tetap meraih memperdaya korban hasilkan melampiaskan nafsu birahinya.

“Lima tahun selama sekolah berkali-kali Tiba setelah Beliau (korban) menikah, Tetap meraih diperdaya hasilkan disetubuhi. Makanya Beliau (korban) depresi beban,” sebutnya.

Joko menyeut Ketua ponpes tersebut melancarkan aksinya berbarengan berbagai modus. keliru satunya membersihkan rahim korban.

“Modus membersihkan rahim. Kemudian juga Eksis tipu daya,” katanya.

Tipu daya Nan dijalankan oknum itu, berbarengan mengatakan bahwa Nan melaksanakan perbuatan persetubuhan itu bukan dirinya. Melainkan jin Nan sedang merasuki dirinya.

“Kemudian, Beliau (Ketua ponpes) juga telah mempersiapkan berbarengan mengemukakan kepada jemaahnya bahwa suatu ketika Beliau akan difitnah,” tandasnya.

Terpisah, Dirres PPA dan PPO Polda NTB, Kombes Ni Made Pujewati, akan meninjau laporan kekerasan seksual tersebut. “gua Tetap tugas (di) bagian luar kota. gua tinjau sebelumnya ya,” timpalnya.

(nor/nor)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *