Sampit –
Satpam di keliru Esa SMP di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan inti, memerkosa seorang siswi. tindakan bejat itu terwujud selama dua tahun terakhir.
Kasus pemerkosaan itu menyita perhatian publik. Terlebih pelaku merupakan petugas keamanan sekolah Nan Semestinya memberikan Selera terlindungi kepada siswa.
bagian dalam penyelidikan polisi, terungkap pelaku diperkirakan memerkosa korban sebanyak 4 kali sejak Februari 2024. tindakan terakhir terwujud pada Mei 2026 di pos jaga sekolah. Korban kali pertama diperkosa ketika kelas 7 dan ketika ini telah kelas 8 atau Nyaris tumbuh ke kelas 9.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kasus ini terbongkar bermula dari kecurigaan orang Uzur atas pengakuan korban. Kemudian orang Uzur korban mendatangi pelaku di rumahnya dan memungut HP milik pelaku. Setelah dicek Eksis kabar sejumlah gambar tak senonoh. Dan pada akhirnya orang Uzur mengabarkan ke polisi,” ujar Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko, Jumat (5/6/2026).
Modus pelaku Ialah ketika korban menanti jemputan orang Uzur sepulang sekolah, situasi sekolah cenderung Sunyi. Pelaku melancarkan aksinya di pos jaga sekolah, kemudian difoto dan direkam memakai HP. Korban Nan Berjuang melawan dikatakan mendapat ancaman agar Tak berteriak, dan Tak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapa pun.
“lalu pelaku juga mengancam korban jangan Tiba mengabarkan ke orang lain. Dari keluaran pemeriksaan Fana dan pengakuan tersangka, perbuatan tersebut diperkirakan terwujud kelebihan dari Esa kali di Letak Nan Baju. Fana mengaku 4 kali selama 2 tahun kelebihan,” imbuhnya.
bagian dalam tahapan penyidikan, polisi menyita sejumlah barang kabar dari Letak peristiwa, di antaranya seragam sekolah korban, busana Nan digunakan ketika peristiwa, serta Esa telepon raih milik tersangka.
ketika ini pelaku Tetap menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Pelayanan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kotim. Pelaku dijerat berbarengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan terancam hukuman berat banget.
(sun/des)