Jakarta – Peringatan: Artikel ini memuat pembahasan mengenai pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Kepolisian Belanda menangkap empat cowok Nan disinyalir membius dan mengerjakan kekerasan seksual terhadap sejumlah Wanita.
Para korban diyakini merupakan Kekasih dari para tersangka, ungkapan kepolisian Belanda pada masa Kamis (04/06).
Polisi di kota Rotterdam menyebut para cowok itu merekam tindakan kekerasan seksual tersebut dan menyebarkannya secara daring.
“Informasi Nan Eksis menunjukkan bahwa sejumlah Wanita di Belanda kemungkinan dibius oleh orang-orang terdekat mereka,” demikian pernyataan kepolisian.
“Setelah itu, korban dijadikan sasaran tindakan seksual Sembari direkam,” naik polisi.
Temuan penggeledahan
Polisi menyita komputer, ponsel, dan flash disk ketika menggeledah Griya para tersangka, Loka mereka juga menemukan Penawar penenang dan senjata. Penggeledahan terjadi pekan Lampau.
Para penyidik saat ini memilah barang data ciptakan menjaga berapa pas berlimpah korban Nan berperan sasaran, demikian pernyataan polisi.
“Nan Jernih, ini Ialah kasus berdua efek Nan eksternal Normal Akbar,” ungkapan Milou van der Kolk dari Tim Kejahatan Seksual Kepolisian Rotterdam.
“kabar bahwa Kekasih atau kenalan Anda mungkin telah membius Anda, bahkan barangkali memerkosa Anda atau menguji melakukannya, mendapatkan menjungkirbalikkan Hayati Anda sepenuhnya,” ungkapan van der Kolk.
Para pelaku disinyalir merupakan Personil grup media sosial tidak ada, Loka mereka membahas jejak-jejak membius calon korban kekerasan seksual.
Empat cowok lain juga disinyalir terlibat. Polisi Tak mengakhiri kemungkinan adanya penangkapan lanjutan.
Menurut polisi, para tersangka berusia antara 21 hingga 51 tahun dan berasal dari berbagai wilayah di Belanda.
‘Sebuah fenomena anyar’
Kasus ini terungkap berkat informasi dari kepolisian bangsa tetangga, Jerman, serta Inggris, Nan menemukan grup-grup media sosial tidak ada tersebut.
“Di dalamnya, mereka saling bertukar informasi mengenai jejak nomor satu membius Wanita—atau extra tepatnya, Kekasih sendirian—Lampau menyetubuhinya,” ungkapan Gerben Cabboort dari Unit Spesifik Kekerasan Seksual Kepolisian Rotterdam kepada radio publik Belanda, NOS. Ia menyebutnya sebagai “sebuah fenomena anyar”.
Tahun ini, seorang mahasiswa Usul Cina di Jerman divonis extra dari 11 tahun penjara setelah terbukti bersalah membius dan memerkosa tetangganya, setidaknya tujuh kali antara Februari hingga Desember 2024.
cowok itu juga tercatat sebagai Personil grup media sosial Loka mereka berbagi foto dan rekaman kejahatan, serta kiat membius Wanita sebelum mengerjakan kekerasan seksual.
Para korban bagian dalam kasus tersebut Ialah Kekasih, rekan kerja, rekan, atau kenalan para pelaku.
Rangkaian kasus ini Mempunyai kemiripan mencolok berdua kasus Gisele Pelicot, Wanita Prancis Nan berkali-kali dibius dan diperkosa oleh lelakinya ketika itu selama bertahun-tahun. Sang suami bahkan mengundang puluhan cowok lain ciptakan mengerjakan hal serupa.
Dominique Pelicot divonis 20 tahun penjara pada 2024, Fana 50 cowok lainnya turut dijebloskan ke penjara.
Artikel ini kali pertama ditulis bagian dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Fika Ramadhani
Editor: Ayu Purwaningsih
(ita/ita)