lobangpipis Kasus Ketua Ponpes Perkosa Santri Terungkap Usai rekan Korban Mengadu




Deli Serdang

Kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan Nan dikerjakan MAM, pemilik sekaligus Ketua tidak akurat Esa pesantren di Deli Serdang, terungkap. Kasus terungkap berawal dari tidak akurat seorang rekan korban mengabarkan peristiwa ini ke orang Uzur korban.

“gua menyimak, bukan korban langsung, tetapi temannya. Temannya Nan mengadukan perihal itu kepada orang Uzur korban ,” bongkar Kepala Dusun di Letak pesantren, Mahmud Sobri kepada detikSumut, Senin (5/1/2026).

Mahmud memaparkan, setelah mendapatkan aduan tersebut, keluarga korban merasakan murung dan emosi. Mereka kemudian mendatangi pondok pesantren dikarenakan anaknya Nan dititipkan hasilkan belajar Malah sebagai korban pencabulan hingga berkali-kali.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau keluarga korban, Nan gua lihat sangat emosi dan kesal. Artinya, kekecewaan mereka sangat Akbar terhadap pondok pesantren, dikarenakan anaknya dititipkan hasilkan belajar, tetapi Malah merasakan peristiwa seperti itu,” jelasnya.

Mahmud menyebut, pada Pekan (5/1/2026) sore sempat dikerjakan mediasi Nan dihadiri keluarga korban, kepala dusun, dan terduga pelaku. bagian dalam mediasi itu, MAM menyetujui perbuatannya dan mengklaim dikerjakan atas Asas tertarik Baju tertarik, meski korban Tetap di bawah umur.

“Pelaku mengemukakan kejadiannya gembira Baju gembira,” ucapnya.

Dari output mediasi tersebut, terungkap pula adanya santriwati lain Nan diperkirakan sebagai korban pelecehan oleh Ketua pondok pesantren itu.

“Eksis Nan dicium, dipeluk, dan perbuatan lain Nan mengarah ke tindakan Tak senonoh,” katanya.

menyimak pengakuan itu, emosi keluarga korban dan Penduduk Sekeliling memuncak. Situasi sempat memanas dan nyaris melangkah langkah main hakim seorang diri, namun berhasil diredam oleh kepala dusun.

“Sebelum Magrib kami bermusyawarah. Keluarga korban menginginkan kasus ini diangkut ke ranah legalitas,” Jernih Mahmud.

ketika Mahmud meninggalkan Letak hasilkan salat Magrib, Penduduk mulai berdatangan. Ketika ia kembali, situasi telah ricuh dan massa makin padat.

“Begitu gua balik, kondisinya telah ribut,” ujarnya.

Mahmud berucap, Sembari menanti petugas kepolisian, Penduduk meluapkan kemarahan berbarengan merusak sejumlah fasilitas pondok pesantren, termasuk pagar pembatas dari seng.

“Fasilitas dirusak dikarenakan Penduduk kesal,” katanya.

Selain itu, Penduduk juga mengevaluasi komunikasi antara pihak pondok pesantren dan masyarakat Sekeliling selama ini Tak Melangkah baik.

“Memang Eksis perselisihan antara ponpes dan Penduduk,” ucapnya.

Tak lamban kemudian, petugas dari Polrestabes Medan tiba ke Letak hasilkan menjaga MAM dikarenakan situasi dinilai telah mengarah ke tindakan anarkis.

“gua minta Donasi kepolisian. Pelaku diangkut ke Polrestabes Medan hasilkan dikendalikan dikarenakan dikhawatirkan diamuk massa. Keluarga korban juga akan Membikin laporan terkait kasus asusila ini,” pungkasnya.

lebih masa lalu diberitakan, telah dikerjakan mediasi terkait kasus ini. Dari mediasi itu terungkap tidak akurat seorang korban telah dua kali diperkosa terduga pelaku.

“Dari informasi orang Uzur korban, pelaku menyetujui telah dua kali melaksanakan Interaksi tubuh,” bongkar Kepala Dusun (Kadus) IV Desa Sei Mencirim, Mahmud Sobri.

(afb/afb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *