lobangpipis Pendiri Ponpes Perkosa Santriwati Bermodal Doktrin Ngaku Keturunan Nabi




Surabaya

Geger seorang pendiri pondok pesantren mengaku keturunan nabi diperkirakan demi meraih mencabuli santriwatinya. cowok berinisial AS tersebut kerap mencium dan memeluk santriwati di Ambang santriwati lainnya.

Dugaan pencabulan ini dikatakan terwujud di pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa inti. ketika ini AS telah diputuskan berperan tersangka kasus pemerkosaan santriwati. Mantan santri ponpes tersebut lulusan 2018 menyebut klaim keturunan nabi itu memang berperan doktrin AS ke santriwati di pondok pesantren Nan didirikan AS.

“pas berlimpah Nan merasakan Seluruh, santrinya begitu. Doktrinnya Bumi seisinya dari Kanjeng Nabi, tapi terus ditambah orang sendirian, Bumi seisinya halal hasilkan kanjeng nabi dan keturunan kanjeng nabi, jadi misalnya istriku dikawin keturunan kanjeng nabi ya halal. Itu doktrinnya,” ucapan korban usai demo di ponpes tersebut, Sabtu (2/5/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan santri ini mengaku berperan korban penipuan pelaku. Beliau juga sempat diminta mengaku mondok di ponpes tersebut agar Duit dari orang tuanya memasuki ke pelaku.

“Duit pas berlimpah Tak dihitung, terus kerja pas berlimpah sekali. Tahun 2009 pernah jual tanah,” Jernih Beliau.

Beliau pun sempat meyakini ajaran pelaku dikarenakan sempat diberitahu ketika simbahnya akan meninggal maupun adiknya melahirkan. Namun, lamban laun Beliau pada akhirnya sadar.

“gua mulai sadar setelah meninggalkan dari tahun 2018, dikarenakan sertifikat diambil utang tapi Tak dibayar, gua tidak mengerti terus gua Tak kerja. pada akhirnya disampaikan orang mosok kok Hayati budak terus, ke Ambang bagaimana,” jelasnya.

Selama 10 tahun berada di pondok itu, Beliau menyaksikan tindakan cabul tersangka AS. Mulai dari para santri Nan bersalaman dicium pipi, dahi, dan bibirnya. Lampau soal tersangka Nan memeluk santriwati ketika istirahat.

“Kalau jagong (nongkrong) santriwati itu dipeluk, turu Sembari dipeluk itu pas berlimpah Nan lihat, ya dibiarkan dikarenakan pelaku mengaku wali Nan melayani umat. Ngakunya begitu,” terus Beliau.

Bukan Guru Maupun Ustaz

Sosok AS diungkap Kepala Kantor Kementerian Religi Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku. Syaiku menyebut tersangka hanya berstatus sebagai pendiri dan Tak terlibat bagian dalam kepengurusan ponpes.

“Pelaku itu Tak memasuki bagian dalam struktur pondok, izinnya itu dari pelaku AS ini, tapi pelaku Tak memasuki sebagai pengasuh, ustaz juga Tak. Statusnya sebagai pendiri (ponpes),” ujar Syaiku ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Pekan (3/5/2026).

Beliau menyebut ponpes tersebut mengantongi restu sejak 2021. ketika ini Eksis 252 santri Nan mondok di ponpes tersebut.

“keseluruhan Eksis 252 santri, terdiri dari 112 putri, sisanya putra. Dari jenjang RA, MI, SMP, dan MA. Jadi Tak hanya sekolah di bawah Kementerian Religi tapi di bawah dinas Eksis dikarenakan Eksis SMP itu,” singkap Beliau.

Ponpes Ditutup rezim

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berbisik ponpes itu sekarang telah ditutup. Ponpes itu juga Tak meraih pendaftaran siswa mutakhir.

“telah dikerjakan penutupan dan Tak meraih siswa mutakhir lagi dan terus hasilkan kelas 6 Tetap melaksanakan ujian akan tetap di situ atau dievakuasi di Loka lain itu berperan kewenangan dari Kemenag Kabupaten Pati. dikarenakan mengerjakan kegiatan di sana hasilkan mengerjakan mitigasi apa-apa saja Nan urgensi terwujud di sana, jangan Tiba anak didik kita terwujud masalah kemudian ujung semester ini,” Jernih Risma.

“Ditutup Seluruh Tak Eksis pendaftaran tahun ini, ini Ialah jejak Bu pejabat (PPA) kalau meraih dilanjutkan blokir permanen, jangan Tiba hal terwujud ini terwujud di pondok-pondok pesantren lain. Ya blokir permanen,” terus Beliau.

Segera diinvestigasi sebagai Tersangka

Fana itu, polisi memanggil tersangka AS sebagai tersangka masa ini. diungkapkan AS diputuskan sebagai tersangka sejak 28 April Lampau.

“Jadi terkait penetapan tersangka, itu diputuskan tersangka pada 28 April 2026, hasilkan jejak lalu kita lakukan pemanggilan (masa ini). di masa depan kita konfirmasi penyelidikan dan akan kita sampaikan kepada media dan masyarakat,” ucapan Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, ketika konferensi pers selepas rapat koordinasi berdua Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Pendopo Kabupaten Pati, Pekan (3/5).

Pihaknya mengaku Eksis sejumlah Hambatan bagian dalam penanganan kasus ini. Meski begitu, polisi berkomitmen hasilkan mengusut tuntas kasus pemerkosaan di lingkungan ponpes AS.

“Intinya Eksis pas berlimpah orang perhatian dan atensi terkait kasus ponpes ini mendapat bantuan penuh hasilkan penyelidikannya di Polresta Pati bagian dalam perkara ini, sehingga akan terus berprogres perkara ini dan rekan-rekan akan mendapatkan informasi kelebihan terus,” cerah Beliau.

lafal selengkapnya di sini.

(ihc/dpe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *