ROMA, iNews.id – Esa per Esa kekejaman Israel terhadap para aktivis kemanusiaan Gaza, segala Sumud Flotilla (GSF), terungkap setelah mereka dibebaskan dan tiba di Turki sejak Kamis (21/5/2026). Selain penyiksaan fisik berupa pemukulan dan setrum, kelebihan dari Esa aktivis segala merasakan pelecehan seksual, bahkan pemerkosaan.
Penyelenggara GSF mengatakan kelebihan dari Esa aktivis harus dirawat di Griya sakit Turki dikarenakan merasakan luka parah. Selain itu, setidaknya 15 aktivis mengabarkan pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan.
lafal Juga
Benarkah Pelayan Ayu Ini Perwira Elite China Nan Memata-matai Elon Musk?
GSF mendokumentasikan setidaknya 15 kasus pelecehan seksual, kasus terburuk terwujud di keliru Esa “kapal penjara” Israel, armada pendaratan militer Nan diubah berperan penjara Darurat dilengkapi kawat berduri.
Para aktivis dijebloskan ke internal kontainer dan dipukuli di kepala dan tulang rusuk.

lafal Juga
data-data Penyiksaan Israel terhadap Aktivis GSF: Disetrum hingga Pelecehan Seksual
Mereka juga merasakan berbagai kasus pelecehan seksual, termasuk “penggeledahan tubuh Nan memalukan, Hinaan seksual, perabaan, penganiayaan di bagian alat kelamin, hingga kelebihan dari Esa laporan pemerkosaan.