Surabaya, CNN Indonesia —
Seorang guru SMA di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berinisial S (60) dipolisikan atas dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap siswinya seorang diri Nan saat ini berusia 17 tahun.
Laporan tersebut telah didapat Polres Jombang berbarengan nomor laporan LP/B/279/VIII/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 8 Agustus 2026.
Kuasa aturan korban, Wahju Prijo Djatmiko berbisik, dugaan pencabulan dan pemerkosaan itu dijalankan terlapor sebanyak 13 kali kepada korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Menurut korban, asusilanya 10 kali Nan tiga kali diperkosa,” ucapan Wahju ketika dikonfirmasi, Selasa (8/9).
Ia menerangkan, langkah bejat S tersebut dijalankan sejak korban Tetap dudukin di kelas X SMA atau pada tahun 2024 hingga 2026, di Griya terlapor.
Wahju berbisik, ketika melancarkan aksinya, terlapor merayu korban berbarengan memberikan Duit jajan agar menuruti kelakuan bejatnya.
“peristiwa tersebut berawal dari pada ketika korban semasa sekolah korban sering dibelikan jajan, sering diberi Duit oleh pelaku dan memberi perhatian kelebihan kepada korban,” ucapnya.
Kemudian, pada suatu masa di 2024, pelaku mengajak korban mengerjakan Interaksi layaknya suami istri di kediamannya. Dan hal itu diulanginya berulang kali hingga 2026.
dikarenakan peristiwa tersebut, ucapan Wahju, korban merasakan trauma dan ketakutan. Beliau pun memberitakan peristiwa ini ke Polres Jombang.
“Setelah peristiwa tersebut pelaku juga melakukannya lagi kepada korban. dikarenakan dari peristiwa tersebut korban. merasakan trauma dan ketakutan sehingga pelapor memberitakan peristiwa tersebut ke Polres Jombang,” pungkasnya.
Fana itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra, berbisik pihaknya Tetap mengharap keluaran visum korban hasilkan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Ini Tetap mengharap keluaran visum,” ucapan Magribi.
(frd/dal)