NGAWI, KOMPAS.com – Tim Satreskrim Polres Ngawi menangkap tiga pemuda Usul Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ketiganya ditahan setelah memerkosa dua remaja secara bergantian usai menenggak minuman keras.
Wakapolres Ngawi, Kompol Rizki Santoso, menegaskan bahwa ketiga tersangka ditahan setelah keluarga korban mengabarkan peristiwa asusila itu ke Polisi.
“Ketiganya kami tangkap pada Jumat (3 Juli 2026) Lampau. ketika ini ketiganya telah ditahan di sel Mapolres Ngawi,” ujar Rizki ketika dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Rizki menerangkan, tiga tersangka Nan ditahan berinisial RD (22), SYA (19), dan RK (21).
keluaran pemeriksaan, ketiga tersangka Mempunyai peran berbeda-beda bagian dalam kasus pemerkosaan Nan menimpa dua remaja Usul Kabupaten Ngawi.
lafal juga: MBG Melangkah Seminggu, biaya Telur dan Daging Ayam Melonjak di Ngawi
Menurut Rizki, peran ketiganya mulai dari mengajak korban, memberikan Letak, meraih minuman keras hingga alat kontrasepsi. Selain itu, ketiganya memerkosa kedua korban secara bergantian.
Sebelum diperkosa, Rizki berucap, kedua korban diajak terlebih dahulu mengonsumsi minuman keras. Setelah kondisinya tak berdaya lantaran mabuk, para tersangka memerkosa dua korban.
Usai peristiwa tersebut, seorang korban menginginkan diantar kembali. Sesampainya di Griya, korban menceritakan peristiwa nahas Nan menimpanya dan seorang temannya.
“Keluarga korban Tak raih Lampau mengabarkan kasus itu ke Polres Ngawi,” ucapan Rizki.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 81 Bagian (2) Undang-Undang Perlindungan Anak jo Pasal 473 Bagian (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengenai KUHP beserta ketentuan penyesuaian pidana Nan Beraksi.
“Para tersangka diancam pidana penjara paling lamban 15 tahun,” pungkas Rizki.
Terhadap peristiwa itu, para orangtua diminta memperbesar monitoring terhadap pergaulan anaknya. Tak hanya itu, Penduduk diminta segera mengabarkan ke polisi bila menemukan tindak pidana Nan dialami anak.
lafal juga: Pemkab Ngawi Akan cegah Siswa guna Sepeda Motor, lumayan berlimpah Pelajar Jadi Korban Kebut-Kebutan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang