Surabaya –
pegawai restoran di Surabaya diperkirakan jadi korban kekerasan seksual oleh pemilik resto berinisial SSY (64). Eksis dua korban Nan telah melapor ke kepolisian.
Laporan pertama dibuat MAD (28), teregister berdua nomor TBL/B/VII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 29 Juli 2026.
Laporan kedua dibuat oleh asisten Griya tangga (ART) berinisial SUF (24) Nan terdaftar internal nomor LP/B/1613/VIII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, tertanggal 6 Agustus 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya Kompol Melatisari menyebut, ketika ini kasus tersebut Tetap internal alur penyelidikan.
“alur njeh (ya),” ujar Melatisari ketika dikonfirmasi detikJatim, Jumat (21/8/2026).
Ia belum membeberkan extra berikut apakah telah Eksis pihak-pihak Nan diinvestigasi internal kasus tersebut. Namun, alur dikatakan Tetap Melangkah.
lebih sebelumnya, seorang pegawai restoran makanan Korea di kawasan jalur Mayjen HR Muhammad Wanita berinisial MAD (28) diperkirakan jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu dikatakan dikerjakan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.
Ia mengaku merasakan kekerasan seksual berulang kali internal rentang Masa extra dari Esa rembulan hingga sempat merenung Mau menyelesaikan hidupnya.
“gua telah mau bunuh diri Masa itu, Tiba Bilamana gua mengasihi Baju anak-anak, tapi gua juga harus mengasihi Baju diri gua,” ungkapnya.
Selain MAD (28), Eksis pula asisten Griya tangga (ART) berinisial SUF (24) Nan turut berperan korban.
(irb/hil)