lobangpipis Begini Modus Bos Resto Korea di Surabaya Perkosa pegawai Berkali-kali




Surabaya

Seorang karyawati restoran makanan Korea di Surabaya MAD (28) mengaku jadi korban pemerkosaan bosnya sendirian, SSY (64) berkali-kali. Korban mengutarakan bagaimana modus pelaku melancarkan aksinya.

Korban mengutarakan pemerkosaan Nan dialami awalnya terjadi pada 12 Maret 2026 Sekeliling pukul 20.00 WIB. ketika itu pelaku kedatangan tamu temannya dari Nan juga dari Korea. Mereka lantas menggelar pesta miras di restoran Nan berada internal keadaan cegah.

“Itu teguk mulai pukul 20.00 WIB sunyi, Tiba permulaan masa 13 Maret 2026. gua di resto dicekoki minuman. Setelah berakhir teguk, gua kehilangan kesadaran,” ujar MAD, Kamis (20/8/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban menuturkan ketika itu Eksis extra dari Esa saksi Nan melihatnya internal kondisi Tak sadar. Ia bahkan dikatakan Tiba menabrak realisasi masuk, meja, hingga muntah di Bilik guyur.

internal kondisi tersebut, korban mengira akan diantar kembali oleh terduga pelaku ke kosnya berbarengan melonjak mobil temannya. lagian mobil pelaku ditinggal di di resto.

“berbarengan tak memakai Eksis Selera curiga, dikarenakan memang sebelum itu Tak pernah terjadi hal apapun pada gua, gua ikut Beliau guna mobil temannya itu. Mobilnya Beliau ditinggal di resto,” ungkapnya.

Mereka bertiga kemudian menuju sebuah hotel Letak rekan pelaku menginap. Korban telah berada internal kondisi Tak sadar dan Tak berdaya namun kembali diajak pesta miras lagi.

Namun di hotel tersebut tak memberikan miras dikarenakan inti rembulan Ramadan. Pelaku kemudian menginginkan diantar ke hotel lain di kawasan Surabaya Barat Nan katanya Eksis rekan-temannya dari Korea.

“Masa itu gua telah gak kokoh rasanya mau pingsan. Lampau melonjak ke atas memasuki ke internal hotel berbarengan membawa dokumen-dokumennya pelaku. ternyata di hotel itu gak Eksis siapa-siapa,” tuturnya.

internal kondisi Nan telah loyo itu, korban mendorong tubuhnya ke kasur. Korban sebenarnya hendak bangkit lagi, namun malah ditampar dan dijambak dan tak sadarkan diri.

Keesokan paginya korban bangkit istirahat dan menyadari telah internal keadaan Tak berbusana, begitupun berbarengan pelaku. Tangan pelaku Eksis di perutnya. Korban lantas ketakutan dan segera mengenakan pakaiannya.

Usai peristiwa itu, korban berperan sering dipanggil ke ruangan pelaku ketika di resto. Korban sendirian bekerja sebagai sekretaris restoran tersebut.

Korban lantas menuruti kemauan pelaku dikarenakan ketakutan. Usai restoran cegah, pelaku menjemput korban hasilkan diajak ke rumahnya Nan berada di kawasan Wiyung. Di sana pemerkosaan itu kembali terulang.

“Modusnya Baju, memberi gua lumayan melimpah minuman beralkohol. gua ketakutan. khawatir keluarga gua dibunuh atau gua Nan dibunuh. dikarenakan extra dari Esa kali itu gua ngerasa Eksis orang Nan mengejar gua. gua menuruti Beliau dikarenakan di bawah tekanan ancaman,” terangnya.

Kekerasan seksual itu terjadi berulang hingga 21 Mei 2026. Awalnya, pelaku Baju mencekoki korban berbarengan miras.

“gua sempat agak lega pada 21 Mei Tiba 2 Juni pelaku meninggalkan Indonesia dan kesana ke Korea. Masa Beliau di Korea, kalau gua belum kembali itu langsung di obrol ditanya dimana. Kalau gak cepet kembali keluarga gua mau dikirimi tukang pukul,” ceritanya.

Sekeliling 2 Juni hingga 24 Juli, pelaku kembali ke Indonesia. Dari sana, kekerasan seksual kembali terjadi berulang.

sebelum itu, seorang pegawai Wanita restoran makanan Korea di kawasan jalur Mayjen HR Muhammad berinisial MAD (28) disinyalir jadi korban kekerasan seksual. Tindakan itu dikatakan dijalankan oleh SSY (64), sang pemilik restoran.

(dpe/abq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *