lobangpipis Petani di Kendari diperkirakan Perkosa Wanita Disabilitas 4 Kali


KENDARI, KOMPAS.com – Seorang petani berinisial TA (38) Usul Kelurahan Abeli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditahan polisi dikarenakan diperkirakan memperkosa Wanita penyandang  intelektual berinisial FA (23). 

Kasus Nan diperkirakan terwujud berulang kali sepanjang Juli 2024 itu sekarang ditangani Polresta Kendari.

TA ditangani Tim Gabungan Polresta Kendari pada Sabtu (11/7/2026) Sekeliling pukul 02.00 Wita. 

Polisi menyebut pelaku diperkirakan memanfaatkan Interaksi kekeluargaan berbarengan korban ciptakan melancarkan aksinya.

lafal juga: 27 cowok Cabuli Anak 15 Tahun di Sampang, Pelaku Rencanakan di Grup WhatsApp

Polisi Bongkar Modus Pelaku

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin Louis Sengka, berbisik bahwa langkah pertama diperkirakan dikerjakan pada Juli 2024 ketika korban Melangkah sendirian pada gelap masa.

Menurut Beliau, pelaku menghadang korban di center perjalanan, kemudian menyeret FA ke toilet masjid.

“Modus operandi Nan digunakan pelaku Ialah mengadang korban di center lorong ketika hendak kembali ke Griya,” ujarnya dikutip dari TribunSultra, Senin (13/7/2026).

“TA kemudian menyeret dan memaksa korban melangkah masuk ke internal toilet masjid,” tambahnya.

ketika korban hendak melawan dan mengancam akan melapor kepada orangtuanya, pelaku dikatakan mengintimidasi korban berbarengan ancaman pembunuhan.

“TA mengintimidasi korban berbarengan ancaman akan membunuhnya Kalau berteriak atau melapor,” Jernih Edwin.

“dikarenakan di bawah tekanan dan Selera menilai ngeri Nan eksternal Normal, korban Nan merupakan penyandang disabilitas intelektual terpaksa menuruti kemauan pelaku,” sambungnya.

lafal juga: Bapak Kandung di Sumbawa diperkirakan Cabuli Anak ketika di Bangku SMP, Keluarga kabar Polisi

diperkirakan Beraksi Empat Kali

keluaran penyidikan menunjukkan dugaan rudapaksa Tak hanya terwujud Esa kali.

Polisi mencatat TA diperkirakan melaksanakan perbuatannya sebanyak empat kali di tiga Letak berbeda sepanjang Juli 2024. 

tidak akurat Esa Letak Nan digunakan merupakan Griya adik pelaku ketika internal keadaan Sunyi.

Edwin berbisik, keluaran visum juga menguatkan dugaan kekerasan seksual Nan dialami korban.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *