KOLAKA, KOMPAS.com – Penyidikan kasus Mortalitas tragis seorang balita Wanita berinisial NA (3 tahun 6 rembulan) di Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), sekarang memasuki babak mutakhir.
Polisi menyingkap bukti bahwa tersangka R (22), Bapak kandung korban Nan bekerja sebagai pegawai tambang, disinyalir Tak hanya melaksanakan kekerasan seksual Nan menyebabkan Mortalitas anak kandungnya, tetapi juga mencabuli putri tirinya Nan berusia tujuh tahun.
bukti memilukan tersebut terungkap bagian dalam pengembangan penyidikan Nan dijalankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kolaka.
Wakapolres Kolaka, Komisaris Mochamad Salman, menegaskan bahwa output pemeriksaan mengarah pada adanya korban lain di bagian dalam Griya tangga pelaku, Merupakan anak Wanita berinisial LS Nan merupakan anak dari istri pelaku dari pernikahan lebih sebelumnya.
“output pemeriksaan ketika ini, pelaku juga pernah melaksanakan pencabulan terhadap anak tirinya. Pelaku memanfaatkan situasi ketika korban sedang tertidur,” ujar Salman.
lafal juga: Balita di Kolaka Meninggal Usai Dicabuli Bapak Kandung, Polisi singkap Dugaan Penyimpangan
Polisi Gelar Visum dan Ekshumasi Jasad Korban
Guna menguatkan Bangunan aturan, penyidik telah berkoordinasi berbarengan tim medis ciptakan melaksanakan visum et repertum terhadap LS. jejak ini sebagai krusial ciptakan menjamin sejauh mana tindakan sistematis pelaku telah terjadi.
Fana itu, ciptakan menjamin penyebab Niscaya Mortalitas balita NA, tim penyidik Seiring dokter forensik dari Makassar, Sulawesi Selatan, telah melaksanakan tahapan ekshumasi atau pembongkaran makam ciptakan otopsi jenazah.
Kepala Subseksi Penmas Polres Kolaka, Aiptu Riswandi, menegaskan bahwa output otopsi medis forensik tersebut akan sebagai sandi distribusi penyidik ciptakan menguatkan sangkaan pasal bagian dalam tahapan aturan lalu.
Kronologi peristiwa dan Kecurigaan Medis
Kasus ini kali pertama mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat dan tenaga kesehatan di Puskesmas Kolakaasi.
Sebelum meninggal Bumi pada Selasa (16/6/2026), korban NA sempat dilarikan ke puskesmas dikarenakan mengadukan Selera sakit bagian luar Normal pada bagian kontol disertai pendarahan hebat. Namun, nyawa balita tersebut Tak tertolong.
lafal juga: Viral Ambulans Bawa Jenazah disinyalir Ditolak Isi Pertalite di Kolaka, SPBU Klaim Kuota Barcode Habis
Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober, menuturkan bahwa Bunda korban awalnya mengira keluhan tersebut hanya sakit Normal dan Tak Meletakkan curiga kepada lelakinya.
“Namun, tim medis menemukan adanya kondisi Nan Tak wajar pada tubuh korban dan mengutarakan informasi ini kepada kepolisian,” ungkapan AKP Fernando, Jumat (19/6/2026).
Mendapat informasi tersebut, Polres Kolaka langsung Beralih dan meringkus R di Griya duka di Kecamatan Latambaga pada Selasa (16/6/2026). ketika ini, tersangka tunggal tersebut center menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kolaka.
mempunyai Penyimpangan Seksual dan Koleksi materi Porno Anak
Berdasarkan output penyelidikan Fana, Satreskrim Polres Kolaka menemukan indikasi tangguh bahwa pelaku Mempunyai penyimpangan seksual Nan spesifik. Di bagian dalam ponsel pelaku, polisi menemukan barang berita berupa koleksi video porno animasi bertema eksploitasi anak (lolicon).
“Libidonya akan bertambah tajam Kalau ia menyaksikan seorang anak Mini, atau terpapar materi Nan mencerminkan fantasi tersebut. Pengakuan pelaku, setiap kali Beliau menonton video porno anak Mini itu, nafsunya meraih tumbuh dua kali lipat,” Jernih Fernando.
lafal juga: Jenazah Personil BPK Haerul Saleh Akan Dimakamkan di Kolaka Sultra
Di hadapan penyidik, R telah menyetujui perbuatan bejatnya Nan dijalankan di bagian dalam Bilik Griya pada gelap masa. Kepada polisi, ia berdalih melancarkan tindakan kekerasan seksual tersebut sebanyak tiga kali terhadap anak kandungnya, termasuk tindakan pada Rabu (10/6/2026) dan Senin (15/6/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan Tak langsung yakin dan tetap melaksanakan pendalaman. Hingga ketika ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dan terus memperbaiki kasus ciptakan menyaksikan potensi adanya bukti mutakhir maupun korban lainnya.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com berbarengan Judul Balita di Kolaka Meninggal Usai Dicabuli Bapak Kandung, Polisi singkap Dugaan Penyimpangan dan TribunnewsSultra.com berbarengan judul bukti Miris Bapak Rudapaksa Anak 3 Tahun hingga Meninggal di Kolaka, keinginan Aneh Gegara Video Asusila
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang