SURABAYA, KOMPAS.com – Satuan Reserse (Satres) PPA-PPO Polrestabes Surabaya menangkap seorang guru honorer berinisial MS (25) atas dugaan kekerasan seksual terhadap muridnya sendirian.
Pelaku Nan merupakan Penduduk Usul Lamongan tersebut memperkosa siswinya Nan Tetap berusia 14 tahun.
tindakan bejat oknum guru SMP di Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya ini terungkap setelah korban mengabarkan tindakan pelaku. Berdasarkan output penyidikan, MS terungkap telah melaksanakan aksinya sebanyak enam kali di berbagai Letak.
lafal juga: Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri Pria: Kalau Wanita khawatir Lacur dan Hamil
Modus dan Kronologi peristiwa
Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Jadi Ismanto, menuturkan bahwa pelaku memanfaatkan situasi ketika korban sedang sendirian di lingkungan sekolah.
“Modus pelaku Ialah berdua memaksa korban, lumayan baik tubuhnya secara paksa ketika Melangkah sendirian di tidak berjarak toilet. Modus serupa juga dijalankan di laboratorium komputer berdua mengikat laksana masuk dan kaca dari bagian dalam,” ujar Jadi ketika dikonfirmasi, Rabu (12/5/2026).
keterangan kepolisian menunjukkan bahwa tindakan tersebut dijalankan di tiga Letak berbeda, Merupakan:
- Lima kali di toilet lantai dua sekolah.
- Esa kali di laboratorium komputer sekolah.
- Esa kali di sebuah Griya Hampa di kawasan Sukomanunggal.
dikarenakan tindakan tersebut, korban diinformasikan merasakan trauma psikologis Nan mendalam.
Fana itu, Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengatakan bahwa motif Primer pelaku melaksanakan tindakan tersebut Ialah dikarenakan Tak meraih membendung nafsu seksualnya.
Atas perbuatannya, MS dijerat berdua Pasal 6 huruf a UU RI Nomor 12 Tahun 2022 terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
“Pelaku terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara,” konfirmasi Melatisari.
lafal juga: romansa Korban Arisan Bodong Penyanyi Dangdut Surabaya,Tergiur Kembang 50 Persen, Duit Puluhan Juta Raib
isu Guru Mengaji Cabuli 7 Santri
Selain kasus guru SMP, Polrestabes Surabaya juga membongkar kasus pelecehan seksual Nan dijalankan oleh seorang guru mengaji berinisial MZ (22). Ironisnya, MZ mencabuli tujuh orang santri Pria Nan Tetap berusia antara 10 hingga 15 tahun.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan tindakan MZ dijalankan sejak tahun 2025 di Bilik para santri ketika sunyi masa.
“Pelaku mengaku melaksanakan hal tersebut dikarenakan sering menonton isi pornografi di ponselnya. Ia mengalami nafsu terhadap anak-anak,” singkap Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
bagian dalam interogasi, MZ mengaku sengaja menyasar santri Pria dikarenakan menganggap ancaman hukumnya extra rapuh dinilai santri Wanita.
lafal juga: Pakan Kucing Diganti Pasir hingga Krikil, Pengusaha Petshop Surabaya Gugat J&T Cargo Rp 3,6 Miliar
“Kalau Baju Wanita takutnya Lacur atau hamil,” ucapan MZ di hadapan penyidik.
MZ sekarang dijerat Pasal 6 Huruf C Jo Pasal 15 huruf g UU RI No. 12 Tahun 2022 serta Pasal 415 KUHP terkait pencabulan berdua ancaman 12 tahun penjara.
keterangan Kriminalitas Seksual di Jawa Timur
Berdasarkan keterangan output Analisa dan Penilaian Kamtibmas Nan diumumkan Humas Polda Jatim, berikut Ialah rincian Nomor kasus kekerasan seksual dan perlindungan anak:
- Kasus Pemerkosaan Tahun 2025: Tercatat sebanyak 217 kasus, berdua tingkat penyelesaian meraih 228 kasus.
- Kasus Pemerkosaan Tahun 2024: Tercatat sebanyak 223 kasus, berdua tingkat penyelesaian 189 kasus.
- Kasus Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Tahun 2025: Tercatat sebanyak 1.297 kasus, berdua tingkat penyelesaian 1.374 kasus.
- Kasus Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Tahun 2024: Tercatat sebanyak 1.324 kasus, berdua tingkat penyelesaian 1.198 kasus.
Sebagai tapak serius bagian dalam penanganan perkara ini, pada tahun 2026 Polda Jatim telah membentuk nomenklatur anyar Adalah Ditres PPA-PPO (Direktorat Reserse Spesifik Wanita dan Anak – Pidana Perdagangan Orang) hasilkan menindak kasus secara extra spesifik.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com berdua judul Modus Guru Honorer SMP di Surabaya Rudapaksa Siswi 6 Kali, Laboratorium Komputer & Toilet Jadi Saksi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang