lobangpipis Bejat, Pendiri Ponpes di Pati disinyalir Perkosa Santrinya


Foto: Istimewa

Pati (DOC) – Pendiri pondok pesantren (ponpes) di Pati, Jawa inti, berinisial AS ditentukan sebagai tersangka dikarenakan disinyalir memperkosa santriwati. Korban menyebut tersangka berinisial AS itu mengaku sebagai keturunan nabi sehingga mengklaim perbuatannya halal.

“lumayan melimpah Nan merasakan Seluruh, santrinya begitu. Doktrinnya Bumi seisinya dari Kanjeng Nabi, tapi berikut ditambah orang seorang diri, Bumi seisinya halal ciptakan Kanjeng Nabi dan keturunan Kanjeng Nabi, jadi misalnya istriku dikawin keturunan Kanjeng Nabi ya halal. Itu doktrinnya,” ucapan korban, Senin (4/5/2026).

Beliau pun sempat meyakini ajaran pelaku dikarenakan sempat diberitahu ketika simbahnya akan meninggal maupun adiknya melahirkan. Namun, lamban laun Beliau pada akhirnya sadar.

“Saya mulai sadar setelah melangkah keluar dari tahun 2018, dikarenakan sertifikat diambil utang tapi Tak dibayar, Saya kebingungan berikut Saya Tak kerja. pada akhirnya disampaikan orang mosok kok Hayati budak berikut, ke Ambang bagaimana,” jelasnya.

Selama 10 tahun berada di pondok itu, Beliau menyaksikan langkah cabul tersangka AS. Mulai dari para santri Nan bersalaman dicium pipi, dahi, dan bibirnya. Lampau soal tersangka Nan memeluk santriwati ketika istirahat.

“Kalau jagong santriwati itu dipeluk, turu Sembari dipeluk itu lumayan melimpah Nan lihat, ya dibiarkan dikarenakan pelaku mengaku wali Nan melayani umat. Ngakunya begitu,” berikut Beliau.

Sosok AS diungkap Kepala Kantor Kementerian Religi Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku. Syaiku menyebut tersangka hanya berstatus sebagai pendiri dan Tak terlibat bagian dalam kepengurusan ponpes.

“Pelaku itu Tak memasuki bagian dalam struktur pondok, izinnya itu dari pelaku AS ini, tapi pelaku Tak memasuki sebagai pengasuh, ustaz juga Tak. Statusnya sebagai pendiri (ponpes),” ujar Syaiku.

Beliau menyebut ponpes tersebut mengantongi persetujuan sejak 2021. ketika ini Eksis 252 santri Nan mondok di ponpes tersebut.

“jumlah Eksis 252 santri, terdiri dari 112 putri, sisanya putra. Dari jenjang RA, MI, SMP, dan MA. Jadi Tak hanya sekolah di bawah Kementerian Religi tapi di bawah dinas Eksis dikarenakan Eksis SMP itu,” bongkar Beliau.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berucap ponpes itu telah ditutup. Ponpes itu juga Tak mendapatkan pendaftaran siswa anyar.

“telah dikerjakan penutupan dan Tak mendapatkan siswa anyar lagi dan berikut ciptakan kelas 6 Tetap melaksanakan ujian akan tetap di situ atau dievakuasi di Loka lain itu sebagai kewenangan dari Kemenag Kabupaten Pati. dikarenakan melaksanakan kegiatan di sana ciptakan melaksanakan mitigasi apa-apa saja Nan urgensi terwujud di sana, jangan Tiba anak didik kita terwujud masalah kemudian ujung semester ini,” Jernih Risma. (rd)


artikel Views: 5



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *