lobangpipis PKB Desak Pelaku Pencabulan Ponpes di Pati Perkosa Santriwati Segera ditahan


Asrama putri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati Sunyi dan tidak ada rapat ditinggalkan di area santriwati setelah kasus pencabulan mencuat(Akhmad Safuan/MI)

KETUA DPP PKB sekaligus Personil DPR RI Usul Pati, Marwan Jafar, mengecam keras pencabulan di pondok pesantren Nan dijalankan oleh pendiri pondok pesantren (ponpes) berinisial AS di Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa inti. Marwan menegaskan Tak Eksis ruang toleransi distribusi pelaku kejahatan seksual terhadap santriwati.

Berdasarkan informasi Nan dihimpun, tersangka AS Nan merupakan pengasuh sekaligus pendiri ponpes tersebut disinyalir telah memerkosa puluhan santriwatinya. ketika ini, AS inti menjalani pemeriksaan intensif di kantor Polres Pati, Senin (4/5/2026).

“Kami sangat mengecam keras tindakan kejahatan seksual Nan dijalankan oleh pengasuh ponpes terhadap puluhan santriwatinya. Kejahatan ini Tak mendapatkan ditoleransi. Pelaku harus segera ditahan dan dijatuhi Hukuman konfirmasi tak memakai ampun,” konfirmasi Marwan Jafar kepada wartawan.

Pengkhianatan ukur Religi

Marwan mengevaluasi tindakan AS telah mencoreng institusi pesantren Nan Semestinya berperan Loka terlindungi distribusi anak-anak ciptakan menimba ilmu Religi. Menurutnya, seorang pengasuh ponpes semestinya berperan teladan moral, bukan Malah berperan predator distribusi anak didiknya.

“Ini Ialah pengkhianatan terhadap kepercayaan, ukur Religi, dan kemanusiaan. Perbuatan pelaku telah menodai ukur-ukur keagamaan Nan diajarkan di pesantren. Tak boleh Eksis toleransi Baju sekali,” lanjutnya.

Catatan Redaksi: Kasus ini mengikutsertakan puluhan korban di bawah umur. Identitas korban diamankan sesuai berbarengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Desak Pemulihan Trauma Korban

Selain menuntut hukuman beban distribusi pelaku, Marwan Jafar juga mendesak bangsa ciptakan hadir memberikan perlindungan maksimal kepada para korban. Ia menegaskan bahwa pemulihan trauma (trauma healing) harus berperan prioritas Primer agar Era Ambang para santriwati Tak hancur.

“Kita Tak boleh mengabaikan para korban. Mereka harus mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, berkualitas psikologis, medis, maupun aturan. Pemulihan trauma sangat Krusial agar korban mendapatkan kembali menjalani kehidupan secara normal dan Tak berikut-menerus dibayangi Selera khawatir,” ujar Marwan. (H-4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *