Jakarta, CNN Indonesia —
Israel diinformasikan kembali melaksanakan kekejian. Petugas sipir tahanan Israel diklaim memerkosa dan menyiksa jurnalis dan sejumlah tahanan Palestina memanfaatkan anjing di tahanan.
inti Perlindungan Jurnalis Palestina berbisik pada Pekan (30/11) jurnalis tersebut merasakan trauma psikis mental Tak Konsisten selama tiga rembulan extra dikarenakan serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi itu menyebut perlakuan itu merupakan keliru Esa kejahatan serius Nan dijalankan terhadap jurnalis di bagian dalam penjara Israel.
Berdasarkan pernyataan organisasi itu, insiden tersebut terwujud di inti penahanan Sde Teiman, Loka seorang jurnalis dan tujuh orang lainnya Nan diajak ke area terpencil di bagian dalam kamp.
Di sana mereka diperkosa penuh-penuh di hadapan tentara, dikutip dari Middle East Monitor. extra dari Esa di antaranya merekam serangan tersebut dan menghina para korban.
Seluruh tahanan diborgol dan ditutup matanya. Mereka Baju sekali Tak disalurkan perlindungan legalitas atau kemanusiaan.
Jurnalis berdua sebutan samaran ‘Yahya’ berbisik penyerangan itu terjadi selama Sekeliling tiga menit, diikuti kehancuran psikis parah membuatnya Tak Bisa berkonsentrasi atau berfungsi normal selama extra dari dua rembulan.
Dokter dan aktivis hak asasi Orang Nan meninjau kesaksiannya berbisik gejala-gejala tersebut konsisten berdua kendala stres akut dan kendala stres pascatrauma (PTSD).
‘Yahya’ Nan menjalani 20 rembulan kurungan di penjara Israel, termasuk tiga rembulan di Sde Teiman dan Esa rembulan di Ofer, berbisik penyerangan itu bukanlah insiden Nan terpisah.
Serangan itu merupakan bagian dari aturan penyiksaan Nan extra melebar dan sistematis Nan dimaksudkan hasilkan menghancurkan tahanan secara psikis dan fisik.
Ia juga membeberkan penggunaan anjing terlatih sebagai alat penyiksaan langsung, Nan Jernih-Jernih melanggar konvensi semesta Nan melarang penyiksaan dan perlakuan Bengis, Tak manusiawi, atau merendahkan martabat.
(bac)
Add
as a preferred
sumber on Google
[Gambas:Video CNN]