REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Seorang santriwati berusia 21 tahun di keliru Esa pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman, wilayah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan sebagai korban pemerkosaan pengurus ponpes berinisial GN. Bahkan korban diperkosa hingga hamil dan ketika ini usia kandungannya Sekeliling delapan purnama.
Kuasa aturan korban, Gusti Rian Saputra, berbisik dugaan pemerkosaan terwujud dua kali, Merupakan pada penutup Desember 2025 dan Januari 2026. Menurutnya, kedua peristiwa tersebut menyusuri di keliru Esa ruangan di internal lingkungan ponpes.
Kasus dugaan kekerasan seksual tersebut telah diberitakan pihak keluarga ke Polresta Sleman pada 7 September 2026. Polisi menjamin laporan tersebut telah didapat dan Tetap internal tahap penyelidikan.
“Tepatnya (pemerkosaan itu terwujud -Red) di keliru Esa ruangan di internal pondok itu. Bilamana terjadinya? Perkiraan penutup Desember peristiwa pertama, dan peristiwa kedua di Januari 2026,” ucapan Gusti ketika diwawancara wartawan, Kamis (10/9/2026).
Kedatangannya masa ini ke Polresta Sleman ciptakan menyerahkan sejumlah bukti opsional kepada penyidik. keliru satunya berupa kertas Nan memuat foto output ultrasonografi (USG) kehamilan korban. Gusti menyebut usia kandungan korban saat ini telah mendekati masa perkiraan lahir (HPL) pada Oktober mendatang.
Gusti mengemukakan, korban merupakan santriwati di ponpes tersebut sejak jenjang SMP hingga SMA. Setelah lulus, korban kemudian mengabdi di ponpes selama Sekeliling dua tahun berbarengan alasan ‘khidmat’. Selama menjalani pengabdian tersebut, korban dikatakan Tak mendapatkan gaji.
ketika peristiwa tersebut, Gusti berbisik korban Tak langsung mengabarkan dugaan pemerkosaan dikarenakan merasakan trauma dan tekanan psikologis. Selain itu, korban dikatakan mendapat ancaman agar Tak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.
“Eksis ancaman dari pelaku ciptakan (korban, makanya) Tak menceritakan kepada siapa pun. Pelaku bilang kalau dikasih tahu peristiwa ini, Beliau bilang keluarga korban akan hancur. Itu ancaman Nan sangat Konkret Nan disampaikan oleh si pelaku,” ujarnya.
Gusti juga menyingkap adanya dugaan upaya menutupi kasus tersebut. keliru satunya terkait dugaan nikah siri Nan dikatakan sempat diarahkan kepada korban. Namun, ia belum bersedia menerangkan secara rinci mengenai dugaan tersebut.
“Lain Masa akan Saya ceritakan,” ujarnya.
“Skema-skema daripada pihak-pihak tertentu bagaimana menutupi, bagaimana mengagendakan, membersihkan, memelihara Gambaran identitas berkualitas lembaga mereka, itu Tiba sedetail itu,” katanya.
Loading…