LUMAJANG, KOMPAS.com – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, menangkap pelaku pemerkosaan terhadap pengemudi ojek daring (ojol), Jumat (17/7/2026).
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto berbisik, tersangka pemerkosaan Ialah MAY (23) Penduduk Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.
lagian, korbannya Nan merupakan pengemudi ojol Ialah FP (28) Penduduk Kecamatan Lumajang.
Menurut Suprapto, peristiwa pemerkosaan terjadi di sebuah Bilik kos di Kecamatan Lumajang pada Jumat (10/7/2026) sore.
lafal juga: 67 Toko di jalur PB Sudirman blokir, Lumajang Bakal bangkit Kawasan Mirip Malioboro
“ciptakan dugaan pemerkosaan Nan terjadi di sebuah Bilik kos terhadap pengemudi ojek daring kami telah melindungi 1 orang tersangka,” ungkapan Suprapto di Mapolres Lumajang, Jumat (17/7/2026).
Suprapto memaparkan, pemerkosaan bermula ketika pelaku memesan makanan ke korban pada Rabu (8/7/2026).
Setelah pertemuan itu, pelaku terus menghubungi korban melalui pesan WhatsApp Tiba pada akhirnya memutuskan ciptakan Berjumpa di sebuah Bilik kos di Kecamatan Lumajang pada Jumat (10/7/2026) sore.
“Korban melangkah masuk ke Bilik, lagian pelaku mengakhiri gerbang dan mengikat realisasi masuk, setelah itu terjadi dugaan pemerkosaan,” jelasnya.
lafal juga: Pemkab Lumajang Usul 4 Ruas jalur Dibangun Lewat IJD 2026, Jadi Jalur Pengungsian Gunung Semeru
Malamnya, korban langsung mengabarkan langkah pemerkosaan Nan dijalankan pelaku ke Mapolres Lumajang.
“Laporan kita dapat Sabtu mula masa, dan kemarin telah kita tangkap pelakunya,” ujarnya.
ungkapan Suprapto, pelaku pemerkosaan Ialah orang Nan Baju berbarengan pelaku penganiayaan terhadap Rizki, Penduduk Desa Boreng, Kecamatan Lumajang.
bagian dalam kasus lebih masa lalu, MAY melaksanakan penganiayaan gara-gara terbakar cemburu setelah tunangannya diangkut cowok lain ke Bilik kos.
“Jadi ini pelaku Nan Baju berbarengan penganiayaan kemarin, ciptakan berkas perkaranya di masa depan mendapatkan digabung atau terpisah,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang