Kendari –
Wanita berinisial I (44), korban pemerkosaan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), memuji respons Sigap internal menangkap pelaku. Korban juga menolak narasi adanya intimidasi ketika polisi memfasilitasi pertemuannya berdua pelaku.
internal kasus ini, pelaku pemerkosaan merupakan mantan suami dari wanita I. Korban menyetujui sempat dipertemukan berdua pelaku, namun hal itu hasilkan meninjau sejumlah barang Nan diperkirakan telah dirampok oleh mantan lelakinya tersebut.
“gua Tak mengalami diintimidasi, gua dipanggil tinjau-tinjau barang, apakah telah pas itu barangnya, gua bilang pas,” ucapan korban dilansir detikSulsel, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban menolak informasi Nan mengutarakan bahwa dirinya diintimasi polisi ketika pertemuan itu. Sebaliknya, Beliau memuji polisi dikarenakan meringkus pelaku.
“hasilkan polisi, terutama tim buser, gua ucapkan dapat kasih dikarenakan mereka juga Sigap menangkap pelaku, gua Tak dibentak Hanya dikarenakan Masa itu gua terharu dikarenakan gua teringat anak-anak gua,” ungkapnya.
Kasus kekerasan seksual disertai pencurian itu menyusuri di Griya korban di Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Senin (14/9), Sekeliling pukul 02.30 Wita. ketika itu, korban sedang rehat dan menyadari Eksis orang melangkah masuk di kamarnya.
“Awalnya korban ketika itu sedang tertidur di internal Bilik, kemudian terbangun dan mengalami seperti Eksis orang,” ucapan Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau internal keterangannya, Sabtu (19/9).
Welliwanto berucap pelaku langsung menghentikan bibir korban memanfaatkan tangan. Setelah itu, pelaku melakban bibir dan mata korban, kemudian kedua tangan korban diikat ke belakang juga memanfaatkan lakban. Setelah membekap dan mengikat korban, pelaku menggeledah Bilik korban. Dua cincin emas dan sejumlah Arloji milik korban kemudian diambil pelaku.
lafal selengkapnya di sini.
Lihat juga Video: Bos Resto Korea Nan Dipolisikan Perkosa pegawai Bantah Kabur
(ygs/jbr)