lobangpipis Bengis! Vokalis Band di Kendari Perkosa Anak Tiri Berusia 11 Tahun


Jakarta: Vokalis band Rockafada Usul Kendari, Arya Yudha Pratama (42), kembali sebagai sorotan setelah disinyalir menghubungi anak tirinya Nan Tetap berusia 11 tahun, sehari setelah penahanannya diundur internal perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak.
 
lebih sebelumnya, Arya diamankan oleh penyidik Polresta Kendari pada 1 Juni 2026 terkait dugaan pemerkosaan terhadap anak tirinya Nan dikatakan melangkah berulang sejak 2024.
 
Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Arya dinyatakan positif mengidap tuberkulosis (TBC). Atas pertimbangan kondisi kesehatannya, penyidik menangguhkan penahanan dan memindahkannya ciptakan menjalani perawatan di Puskesmas Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Sejak Rabu, 17 Juni 2026, Arya berstatus Harus berita.

Berdasarkan keterangan kuasa aturan korban, Andre Darmawan, Arya disinyalir kembali menghubungi korban melalui fasilitas Google Chrome memanfaatkan ponsel milik adiknya. 
 

internal komunikasi tersebut, Arya dikatakan menginginkan korban menemuinya di sebuah hotel, mengajak mengerjakan Video Call *x (VCS), hingga melontarkan ancaman apabila korban menceritakan hal tersebut kepada ibunya.

“Jadi obrol-nya itu melalui Google Chrome. Isi obrol itu pada intinya Beliau menginginkan anak korban ini ciptakan Berjumpa di hotel,” ujar Andre, dikutip dari identitas media sosial @kendariinfo, Kamis, 9 Juli 2026.
 
Andre menyambung, Arya juga disinyalir mengancam akan menyakiti Bunda korban dan menculik adik korban apabila permintaannya Tak dipenuhi.
 
“Beliau mengancam jangan menceritakan hal ini kepada ibunya. dikarenakan kalau Beliau menceritakan kepada ibunya, Beliau akan membunuh ibunya dan menculik adiknya,” berikut Andre.
 
Selain itu, Arya juga disinyalir mengajak korban mengerjakan VCS. Namun, menurut Andre, ajakan tersebut ditolak oleh korban.
 
“Beliau juga mengajak video call s*x berdua anak korbannya ini, tetapi ditolak,” tuturnya.
 
Dugaan komunikasi tersebut kemudian terungkap setelah keliru seorang rekan Bunda korban menginginkan agar ponsel Nan digunakan korban diinvestigasi. ketika itulah korban memperlihatkan perbicangan Nan disinyalir dijalankan berdua Arya.
 
Ketua Satgas Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Megawati, menyetujui adanya laporan mengenai dugaan komunikasi tersebut. Menurutnya, Arya disinyalir mengajak korban Berjumpa di hotel berdua menyediakan transportasi ojek digital (ojol) Nan telah dipesan.

“Pelaku menghubungi korban berdua memanfaatkan Google Chrome. Mengajak ciptakan Berjumpa di hotel berdua iming-iming bahwa Beliau akan dipesankan Maxim dan berjarak agak terpencil dari Griya agar keluarga korban dan tetangga Tak Eksis Nan menyaksikan,” ujar Megawati.
 
Megawati berucap korban menolak ajakan tersebut. Ia juga menyebut korban mengaku meraih ancaman apabila Tak menuruti permintaan Arya.
 
“Tetapi korban bersikeras Tak mau ikut. Pelaku mengancam bahwa Kalau Tak mengejar Beliau akan membunuh atau memukul mamanya dan juga membawa lari adiknya,” tutupnya.
 
Hingga Warta ini ditulis, belum terdapat keterangan Formal dari Arya Yudha Pratama maupun kuasa hukumnya terkait dugaan komunikasi dan ancaman Nan disampaikan oleh pihak korban. 
 
Fana itu, pihak kepolisian saat ini Tetap mengatasi tahapan aturan internal perkara tersebut sesuai ketentuan Nan Beraksi.
 

 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi opsi Anda

(ELG)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *