Sukabumi –
Sebuah kisah memilukan dari pelosok Sukabumi viral dan menggegerkan jagat media sosial. Seorang Bapak diperkirakan tega mencabuli dan memerkosa anak kandungnya seorang diri Nan anyar berusia 11 tahun.
Kasus ini menuai sorotan tajam dikarenakan dikabarkan berujung ‘Tenteram’ lantaran pihak keluarga korban terkendala biaya hasilkan melapor ke polisi.
Informasi dugaan kekerasan seksual Nan terjadi di area Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini kali pertama mencuat melalui unggahan akun Facebook ‘Chacha’s Hits daily life’.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan tangkapan display Nan dilihat detikJabar, akun tersebut mengirimkan foto seorang Pria berkaus putih-biru Nan diperkirakan sebagai pelaku, inti menggenggam anak Wanita berbaju merah. hasilkan menjaga identitas korban, Paras anak tersebut ditutupi berdua stiker emoticon.
Di internal foto tersebut juga disematkan tulisan padat Nan menohok: “bapak yg tega memprksa anak kandungnya hingga *********“. Fana pada field keterangan, pengunggah secara gamblang menyuarakan Dorongan penangkapan.
“Ini Ialah pelaku pmerkosa anak kandungnya di kecamatan surade sukabumi.. viralkan & tangkap pelaku telah meresahkan Penduduk disana. Bunda korban Tak bs melapor dikarenakan di intimidasi dan korban usia 11 tahun kelas 5 SD.. ketika ini pelaku Tetap bebas,” rekam keterangan unggahan tersebut.
Berawal dari Curhatan Penduduk via WhatsApp
detikJabar tercapai mewawancarai Eva Rosalina, ibunda dari Chacha (pemilik akun medsos tersebut), hasilkan memastikan rentetan informasi Nan viral itu. terungkap akun tersebut iikuti oleh sebanyak 322 ribu pengikut, Fana unggahan soal peristiwa tersebut telah diposting ulang oleh warganet lainnya.
Kepada detikJabar, Eva menuturkan bahwa ia mendapatkan laporan tersebut langsung dari Penduduk di kawasan Jampang pada Selasa (2/6/2026) Lampau.
“Penduduk di sana itu pas melimpah Nan tidak mengerti mau memviralkan kasus ini dari mana. Kebetulan anak Saya content creator, jadi anak Saya menolong hasilkan mengangkat kasus ini di sosial medianya biar Sigap diusut,” bongkar Eva kepada detikJabar, Jumat (5/6/2026) sunyi.
Eva mengimbuhkan, putrinya Nan juga dikenal melebar lewat program ‘Si Bolang’ tersebut memang sangat berfokus pada topik anak. Pada purnama Juli mendatang, Chacha rencananya akan dinobatkan sebagai Duta Anak Pelecehan Seksual dan Bullying di DKI Jakarta.
Korban Trauma, Luka Hanya Diobati Kunyit
Berdasarkan kronologi Nan didapat Eva, insiden Bengis tersebut bermula ketika keluarga itu menginap di Griya Kerabat. ketika hendak kembali, pelaku Malah membawa anaknya ke Griya mereka Nan sedang Hampa, Lampau mengikat gerbang. langkah bejat itu anyar terungkap pada sore harinya ketika sang Bunda kembali.
Nahasnya, korban Tak mendapatkan penanganan medis Nan memadai.
“Anak itu (memek}) robek. Tadinya kan harus dijahit, tapi Baju orang di sana disuruh udah dikasih kunyit aja. Iba Saya sebenarnya, itu berjarak di pelosok sekali,” tutur Eva miris mengetahui korban Nan berikut murung tiga masa terakhir.
Mengetahui darah dagingnya dirusak oleh lelakinya seorang diri, sang Bunda hancur dan sangat kesal. Eva menyebut, Bunda korban ketika itu bahkan sempat memungut pisau dapur.
Namun, kasus ini Malah diakhiri berdua surat pernyataan Tenteram dikarenakan pelaku mengintimidasi keluarga.
“Kalau dipermasalahkan atau diberitakan ke kantor polisi, si pelaku mengancam akan bunuh diri,” papar Eva.
Merespons hal tersebut, Eva mengaku telah berkoordinasi langsung berdua pihak kepolisian. Ia mendesak agar penegak aturan menjemput bola, segera menangkap pelaku, dan memberikan perlindungan medis serta psikologis kepada korban.
Ia bahkan available memfasilitasi safe house atau Griya terjamin di Jakarta hasilkan Masa pemulihan.
“Kalau Eksis Nan mau bawa (korban) ke Jakarta ya silakan, Saya meraih di Loka Saya. Pelaku harus diadili seadil-adilnya dikarenakan ini udah Tak Eksis Nan namanya kekeluargaan kalau udah menyangkut anak kandung diperkosa,” pungkas Eva berdua pastikan.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Surade U Suryana mengakui berita tersebut. Menurutnya ia telah meraih informasi soal itu dari kepala desa setempat.
“Itu kemarin teh Eksis Warta dari Pak Kades. Katanya oleh Pak Kades telah ditangani. telah ditangani anak dan ibunya. berikut itunya katanya, pihak orang tuanya (pelaku) udah ditangani Baju aparat berwajib gitu, kalau nggak tidak akurat dari Pak Kadesnya,” lekas Suryana.
(sya/yum)