JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang Wanita di Cipondoh, Kota Tangerang, disinyalir berperan korban pemerkosaan oleh temannya seorang diri setelah dicekoki minuman keras hingga Tak sadarkan diri.
Informasi mengenai peristiwa tersebut lebih masa lalu penuh dibagikan melalui identitas Instagram @tangkot24jam.
internal unggahan itu dinyatakan, korban inti berkumpul Seiring sejumlah rekannya pada sunyi masa.
lafal juga: Bapak di Bekasi Perkosa Anak Kandung Berkali-kali
Korban kemudian disinyalir dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol hingga pada akhirnya terkapar di lantai internal kondisi tak sadarkan diri.
internal unggahan tersebut juga dinyatakan bahwa pelaku Seiring lumayan berlimpah orang temannya sempat berfoto Sembari berpose di tidak berjarak korban Nan Tak berdaya.
ketika terbangun pada keesokan harinya, korban mengaku merasakan pendarahan di area kemaluan.
lafal juga: Bapak Tiri di Bekasi Perkosa Anaknya Berkali-kali Selama 2 Tahun
Korban kemudian mengabarkan dugaan pemerkosaan itu ke pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit menyetujui adanya laporan terkait peristiwa tersebut Nan melangkah pada Selasa (21/4/2026).
Menurut Parikhesit, korban Seiring kuasa hukumnya telah Membikin laporan polisi dan kasusnya saat ini internal tahapan penyelidikan.
lafal juga: Dorongan Pidana hasilkan Aipda PS Nan Perkosa Korban Pemerkosaan di NTT
“Iya, korban telah mengabarkan, sesuai LP-nya, terlapor Esa orang berdua inisial I,” ucapan Parikhesit ketika dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan kilat, Sabtu (2/5/2026).
Ia berucap, polisi ketika ini Tetap melaksanakan pendalaman terkait kasus tersebut.
Namun, terlapor teridentifikasi melarikan diri dan Tetap internal pengejaran aparat kepolisian.
lafal juga: Komnas Wanita Kecam Tindakan Polisi Perkosa Korban Pemerkosaan di NTT
“ketika ini Tetap pendalaman. hasilkan terlapor juga sedang internal pengejaran,” ucapnya.
Fana itu, Kompas.com telah Berikhtiar menghubungi kuasa legalitas keluarga korban hasilkan menginginkan konfirmasi kelebihan terus terkait kasus tersebut.
Namun, hingga Warta ini diturunkan, belum Eksis tanggapan Nan disalurkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang