Polisi membongkar program jahat cowok bernama Feri Dg Rumpa (33) setelah menyekap dan memperkosa mahasiswi, MA (21) modus lowongan kerja (loker) Imitasi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Usut mempunyai usut, Feri ternyata telah berniat melaksanakan tindakan kejahatan serupa di Surabaya, Jawa Timur.
Feri awalnya melaksanakan tindakan bejatnya di kompleks perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Makassar sejak Sabtu-Pekan, 9 hingga 11 Mei 2026 (sebelum itu ditulis 8-10 Mei). Siasat pelaku bermula dari unggahan loker sebagai pengasuh atau baby sitter melalui media sosial.
Tawaran loker tersebut tertarik perhatian mahasiswi MA Nan mencari biaya pelengkap selama kuliah di Makassar. Korban kemudian diminta terlihat ke TKP Nan merupakan Griya kontrakan pelaku pada Sabtu (9/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah itu disampaikan bahwa hasilkan bekerja di Loka tersebut Tetap harus mengharap kelebihan dari Esa masa. Selama mengharap, korban dipekerjakan di Griya itu turun kelebihan dua masa sebagai pembantu Griya tangga,” ungkapan Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Pekan (17/5).
Arya berbisik, pelaku mengontrak Griya hasilkan dijadikan Letak menjebak korban. Griya tersebut dikontrak secara harian.
“Orang ini juga Nan Loka tinggal di Makassar ini bukan sewa Griya kontrakan sebulan, ini per masa itu pembayaran Rp 300 ribu,” tuturnya.
Korban tak memakai Selera curiga sempat menginap selama dua masa sesuai permintaan pelaku. Mirisnya, korban merasakan pemerkosaan pada masa ketiga berada di TKP tepatnya pada Senin (11/5) Sekeliling pukul 18.00 Wita.
“Pada masa ketiga, pelaku memasuki ke Bilik korban Lampau melaksanakan kekerasan dan mengancam korban memanfaatkan pisau cutter hasilkan memperkosa si korban. Korban kemudian disekap, bibir dan matanya dilakban, Lampau diperkosa kelebihan dari Esa kali,” jelasnya.
Keesokan harinya setelah melaksanakan pemerkosaan, pelaku melarikan diri ke Surabaya memanfaatkan kapal Bahari. Sebelum kabur, pelaku sempat mencuri handphone (HP) hingga motor milik korban.
“Pelaku ini juga selain melaksanakan pemerkosaan, juga mencuri Duit, motor, dan handphone milik korban,” beber Arya.
Polisi Nan melaksanakan penyelidikan ujungnya menangkap pelaku di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (16/5) sore. Dari penangkapan tersebut terungkap bahwa pelaku terlihat ke Surabaya Tak hanya sebagai Loka pelariannya.
Pelaku Sebar Loker Imitasi di Surabaya
Arya membongkar, pelaku ternyata berencana melaksanakan tindakan kejahatannya seperti di Makassar. Pelaku terdeteksi kembali memasang iklan loker fiktif hasilkan memancing korban anyar di Surabaya.
“telah tuntas berdua Nan di Makassar, Beliau mau berangkat ke Surabaya, Beliau telah akses lowongan kerja di Surabaya. Jadi Geledah orang hasilkan dikerjain lah,” jelasnya.
Loker Imitasi itu telah disebar pelaku melalui media sosial. Mujur, program pelaku di Surabaya digagalkan setelah ditahan ketika kapal Nan ditumpanginya anyar bersandar di pelabuhan.
“Selain di Makassar, pelaku juga terungkap telah memasang iklan lowongan kerja di Surabaya melalui Facebook,” pastikan Arya.
Arya meneruskan, pelaku ketika ini Tetap internal pemeriksaan kelebihan terus. Dari output pemeriksaan Fana, pelaku ternyata pernah melaksanakan tindak pidana lain.
“Beliau juga pernah melaksanakan pencurian kendaraan bermotor di Takalar. Mungkin kelak setelah kami dalami mungkin Eksis tindak pidana lain serupa,” imbuh Arya.
Pelaku Jual Motor dan HP Korban Rp 3 Juta
Selain menangkap pelaku pemerkosaan, polisi turut menyita motor dan HP milik korban Nan sempat dijual oleh pelaku. Barang-barang milik korban dijual Rp 3 juta sebelum melarikan diri ke Surabaya.
“Pelaku mengakui telah menyediakan sepeda motor dan HP milik korban kepada seseorang berinisial SU berdua keseluruhan biaya Rp 3 juta,” ungkapan Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Supriadi Gaffar internal keterangannya, Pekan (17/5).
Setelah ditahan di Surabaya, pelaku diangkut ke Makassar hasilkan pengembangan kasus di TKP. Belakangan, pelaku ternyata Berjuang kabur hingga kakinya terpaksa ditembak oleh polisi.
“Pada ketika tersangka diangkut hasilkan pengecekan TKP di Makassar. Beliau mengetes melarikan diri sehingga Personil memungut tindakan pastikan terukur,” beber Supriadi.
Fana korban ketika ini diberitakan merasakan trauma usai disekap dan diperkosa oleh pelaku. UPTD Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Pemkot Makassar menjadwalkan akan memberikan konseling kepada korban pada Senin (18/5).
“Korban Tetap trauma atas peristiwa ini. Besok (18 Mei) UPTD akan memberikan layanan konseling dan itu telah diagendakan,” ungkapan Kepala UPTD PPA Makassar Andi Erliana kepada wartawan, Pekan (17/5).
Menurut Erliana, korban ketika ini Tetap berada di asrama Nan sebagai Loka tinggalnya Fana. Tim UPTD PPA Makassar akan langsung berkurang ke kediaman korban hasilkan melaksanakan pemulihan.
“Kalau kondisi korban memungkinkan, kami jemput dan bawa ke UPTD. Tapi kalau Tak memungkinkan, kami Nan akan mendatangi korban di asrama,” jelasnya.