lobangpipis Bapak Tiri di Muara Enim disinyalir Perkosa Anak Tiri Hingga Hamil Keluarga Harapkan Pendampingan ciptakan Korban


Muara Enim Sumselpost.co.id -Perbuatan bejat Nan disinyalir kokoh dikerjakan seorang Bapak tirinya terhadap anak tirinya hingga menyebabkan kehamilan dari rahim seorang anak tirinya ujar saja Kembang (23), terwujud diwilayah Kabupaten Muara Enim berdua tepatnya di Desa Teluk Limau Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.

Terungkapnya aib tersebut, ketika tidak presisi Esa keluarga korban berinisial RO (45), menerangkan pada media ini, bahwa dirinya menemani sang Bunda korban AF (41) secara Formal memberitakan peristiwa tersebut ke pihak SPKT kepolisian Polda Sumatera Selatan,berdua telah mendapatkan surat tanda penerimaan laporan berdua Nomor: LP/B/1683/X/2026/SPKT/Polda Sumatera Selatan tanggal 3 Oktober 2026 pukul 16.21 WIB.

“Ya, kami Formal memberitakan adanya dugaan tindak pidana perkosaan kepada anak kami atau keluarga kami, kami mengetahui perkembangan tubuh anak kami makin lamban perutnya membesar, dan begitu kami desak, anak kami mengaku telah dikerjakan tindak dugaan perkosaan berdua dibawah ancaman senjata tajam, dan sekarang anak kami inti hamil 7 rembulan ,” beber AF dan RO, pada Kamis .(29/10).Lampau

Dikatakannya,bahwa perilaku bejat tersebut terungkap dari rembulan April 2026 Lampau Nan mana dugaan pemerkosaan dikerjakan oleh suami gua,dan Bapak tiri dari anak gua itu disinyalir telah mengerjakan perkosaan selama 4 kali disebuah Bilik anak kami (Kembang.red) hingga menyebabkan kehamilan, dikarenakan ketika ini anak kami hamil telah berusia 7 rembulan tersebut, kami semoga adanya perlindungan melalui pendampingan psikologis anak kami, dikarenakan berikut papar saja kami ketika ini merasakan khawatir.

“Memang ketika itu, kami telah mengerjakan laporan ke unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Provinsi Sumatera Selatan, namun pihak PPA Provinsi Sumsel memerintahkan ke unit PPA Muara Enim agar menginginkan dikerjakan pendampingan ,”ungkapnya.

Fana itu, mengkonfirmasi pihak UPTD PPA Kabupaten Muara Enim tersebut, melalui via WhatsApp ketika dikonfirmasi hal tersebut, bahwa pihak UPTD PPA Kabupaten Muara Enim belum mendapatkan terusan laporan dari PPA Provinsi Sumsel perihal tersebut.

“Asalamualaikum pak, surat dari UPT Provinsi belum Tiba ke kantor UPTD PPA Muara Enim, Minta pihak keluarga korban mendapatkan melapor ke UPTD PPA Muara Enim, terimakasih,” tutur Kepala UPTD Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Muara Enim Arsika Saibana,S.K.M, MM. Melalui pihak dinas PPA Nizarman, lewat via what shapnya, Kamis (29/10/2026).

Fana terungkap, bahwa pihak keluarga maupun orangtua (Bunda korban AF) berucap bahwa ketika ini setelah
kami telah Formal memberitakan kepihak Kepolisian terhadap suami gua SPR (Terlapor),sekarang rimbanya Tak tahu kemana Nan memungkinkan telah kabur dan lari dari Griya.

“Sekarang Nan dibutuhkan kami, Merupakan butuh pendampingan anak kami oleh pihak terkait (PPA), dikarenakan ketika ini kami khawatir atas kejiwaannya, dan juga usia kehamilannya ketika ini telah memasuki 7 rembulan,” keluhnya AF dan RO selaku keluarga besarnya itu, pada media ini.(29/10).

Fana itu mengkonfirmasi Kepala Desa (Kades) Teluk Limau Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim perihal adanya dugaan perbuatan bejat serta peristiwa Nan Tak senonoh Nan disinyalir kokoh dikerjakan Bapak tiri korban terhadap korban Nan tercatat identitasnya sebagai Penduduk Desa Teluk Limau tersebut, Kepala Desa (Kades) Teluk Limau Edwar, melalui via what shapnya tersebut, bahwa pihaknya berucap ” turun Tahu Saya, dikarenakan mereka itu Tak laporan Formal ke pihak Pemdes Teluk Limau ,”kilat Edwar Kades Teluk Limau tersebut, (29/10).

Fana Penduduk Nan enggan mengatakan namanya bagian dalam menanggapi tanggapan Kepala Desa (Kades) Teluk Limau atas turun tahunya peristiwa itu dikarenakan dianggapnya pihak keluarga korban Tak memberikan laporan Formal ke pihak Pemdes tersebut, Penduduk menyesalkan adanya tanggapan seorang Kades seperti itu.”Dak memasuki Budi, meski Tak laporan Formal setidaknya inisiatif Kades cakmano, lagian warganya saja telah pas berlimpah tahu, bidan desa Teluk Limau pun telah tahu, berarti bentuk kepeduliannya Tak Eksis Baju sekali,” catat Penduduk pada media ini.(30/10).

Fana itu terungkap, bahwa Penduduk Nan merasakan korban tindakan asusila Nan disinyalir dikerjakan sang Bapak tiri kepada anak tiri tersebut, sekarang hanya pasrah Sembari menanti tindakan adanya pendampingan pihak dinas Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Kabupaten Muara Enim, maupun pihak Nan dianggap terkait lainya.
Fana menanggapi adanya informasi terbaru tersebut, Plt Bupati Muara Enim Ir Sumarni, M.Si, usai mengerjakan program Kembang Desa (Bupati Ngantor Desa) di Desa Payabakal Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tersebut, kepada media ini ketika dikonfirmasi dirinya segera menindaklanjuti informasi perihal dugaan peristiwa Nan terwujud Nan disinyalir Bapak tiri menghamili anak tiri tersebut.

“Segera dikerjakan tindak berikut berdua mengerjakan pendampingan kepada korban melalui psikiater dari Perlindungan Wanita dan Anak (PPA), maupun pihak kepolisian,dan pihak dinas kesehatan, serta nantinya kita mengerjakan upaya sosialisasi agar peristiwa tersebut Tak terwujud lagi ,” konfirmasi Plt Bupati Muara Enim.(02/11).(jn.red)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *