Kampus ternama Amerika Perkumpulan (AS), Universitas Cornell diterpa kasus dugaan pemerkosaan. Tindak pemerkosaan ini disinyalir dikerjakan oleh tujuh pelaku pada tahun 2024.
Dilansir Reuters dan CNN, Selasa (29/9/2026), kasus ini dibuka lagi oleh Jaksa Penuntut bangsa bagian New York. Kasus ini disinyalir terjadi di sebuah Griya persaudaraan mahasiswa (fraternity house) Universitas Cornell.
Kasus ini dibuka kembali dikarenakan Eksis gugatan perdata Nan diajukan rembulan ini oleh pihak korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa area Tompkins County, Matthew Van Houten, memastikan bahwa akan mengajukan berkas perkara ini lagi ke Majelis Juri. Dugaan pemerkosaan ini dikatakan menyertakan tujuh terduga pelaku.
Ia juga membongkar alasan Kenapa kasus ini Tak diproses pada tahun 2024. Beliau memaparkan ini disebabkan dikarenakan tuduhan internal gugatan perdata tersebut berbeda dari keterangan permulaan Nan disampaikan korban pada tahun 2024.
Menurut Van Houten, Wanita Nan identitasnya disamarkan itu sempat memberikan pernyataan kepada polisi kampus. internal pengakuan korban, ketika itu ia Seiring Nan lain memakai narkoba dan melaksanakan aktivitas seksual secara sukarela dan sadar. Aktivitas seksual itu dikerjakan jatuh jiwa Baju jatuh jiwa.
Terkait ini, pengacara korban, Thomas Giuffra, belum memberikan tanggapan terkait perubahan pengakuan tersebut. Beliau Malah mengomentari kantor jaksa area dikarenakan Tak melaksanakan penyelidikan Nan kelebihan menyeluruh sejak permulaan.
Gugatan diajukan terhadap tujuh Personil persaudaraan mahasiswa Chi Phi, Universitas Cornell, dan lumayan melimpah orang tergugat lainnya. internal gugatan dijelaskan bahwa korban merupakan mahasiswi Cornell berusia 20 tahun Nan dicekoki berdua alkohol dan narkoba. internal kondisi tersebut, korban dikatakan Tak memberi dukungan atas aktivitas seksual itu sehingga tindakan tersebut sebagai kekerasan seksual
Menurut gugatan tersebut, para pelaku memakai obrolan grup Snapchat hasilkan mengajak orang lain turut serta. Gugatan itu juga menyertakan foto tangkapan display pesan-pesan tersebut serta rincian mengenai dugaan kekerasan seksual itu sendirian.
Kampus Cornell akses Bunyi
Fana itu, pihak kampus Cornell berucap bahwa universitas mendukung keputusan Van Houten. Cornell sebelum itu melaksanakan penyelidikan terhadap tuduhan-tuduhan tersebut Nan berujung pada Hukuman dan skorsing.
“Segala anggapan bahwa pihak universitas Tak menjatuhkan Hukuman pastikan terhadap mereka Nan terlibat Ialah Tak akurat,” ujar juru berucap Kyle Kimball.
Belum terungkap secara Niscaya apakah seluruh Personil persaudaraan mahasiswa Nan dikatakan internal gugatan tersebut telah Mempunyai kuasa aturan. Jeremy Saland, pengacara Nan mewakili tidak akurat Esa Personil, mengatakan available atas penyelidikan kelebihan terus.
hasilkan terungkap, di Amerika Perkumpulan, fraternity Ialah perkumpulan mahasiswa Pria Nan sering kali tinggal Seiring internal Esa Griya. Organisasi dalam negeri Chi Phi, Nan didirikan kelebihan dari dua abad Lampau, belum menanggapi hal ini.
Halaman 2 dari 2
(rdp/imk)