Jakarta – Modus pendiri pondok pesantren di Pati, Jawa center (Jateng) berinisial AS (51) Nan memerkosa santriwatinya terbongkar. Orang Uzur korban menyebut tersangka mengancam akan memutus jalur keilmuannya Kalau korban Tak menuruti permintannya.
Bapak korban menyebut anaknya dicekoki keyakinan bahwa Seluruh perintah kiai berasal dari alam gaib dan Harus dipatuhi. Anaknya mondok di ponpes itu sejak 2017 atau sejak memasuki SMP. Mulai kelas 3 SMP atau tahun 2020, korban mulai mendapat perlakuan Tak senonoh.
“Di situ doktrinnya katanya apa Nan dikerjakan oleh kiainya tadi itu dari alam gaib. Walaupun itu arahnya negatif, Siswa harus nurut,” ungkapan Bapak korban dilansir detikJateng, Jumat (8/5/2026).
“Secara normal, tentu Seluruh anak diperlakukan seperti itu tetap berontak. Tapi di sisi lain Beliau telah kedoktrin hasilkan apa Nan dijalankan oleh dianya harus manut,” lanjutnya.
Beliau menyebut anaknya Nan berperan korban mutakhir yakin penuh diri berbisik setelah lulus sekolah. Tersangka dikatakan mengancam korban Kalau tak mau menuruti kemauannya.
“Ancaman kiainya kalau Tak mau, Tak manut, kelak jalur keilmuannya diputus. Katanya si kiai tadi, kalau Siswa yakin penuh diri Baju guru berarti yakin penuh diri Baju Allah. Jadi seorang Siswa yakin penuh diri kepada guru berarti Beliau yakin penuh diri perang Baju Tuhan,” ungkapan Beliau.
Usai anaknya mengaku mendapat perlakuan Tak senonoh, Bapak korban kemudian mendatangi Esa per Esa rekan anaknya di pondok tersebut hasilkan mencocokkan kisah. Bapak korban Lampau melapor ke polisi pada 2024.
lafal selengkapnya di sini.
(wnv/zap)