iramanews.id Surabaya – MAD (28) Penduduk Surabaya (pegawai), dan SUF (24) Penduduk Malang Asisten Griya Tangga (ART). memberitakan Bos Restoran Korea Son Ga, Son So Kyung atau SSY (64), Usul Seoul, Korea Selatan. Terkait dugaan kekerasan seksual dan perkosaan atau pelecehan seksual, terhadap sejumlah korban. Namun, kabarnya meninggalkan Indonesia, usai diinformasikan ke Polrestabes Surabaya.
Kuasa aturan korban, Vena Naftalia, berucap, pihaknya mendapat informasi SSY telah terbang menuju Korea Selatan melalui Bandara semesta I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Rabu (5/8/2026) Sekeliling pukul 22.44 WITA.
“gua mendapatkan informasi, kalau pelaku ketika ini berada di Korea. Beliau terbang melalui Bandara Ngurah Rai berdua maksud Incheon, Korea Selatan,” ucapan Vena, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Vena, keberangkatan SSY sebagai Soal. sebelum itu, Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Surabaya telah menerbitkan Subject of Interest (SOI) terhadap SSY.
“Pada tanggal 29 Juli itu Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Surabaya menerbitkan SOI, itu memasuki ke server dan terintegrasi ke seluruh bandara di Indonesia. Tapi gua kaget mendapat informasi bahwa pelaku telah meninggalkan Indonesia,” ujarnya.
Kasi Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Surabaya, Regi Haris Sasongko, memaparkan pada Selasa (22/08/2026). sebelum itu mengakui bahwa pihaknya telah mendapatkan surat dari Polrestabes Surabaya terkait SSY.
“Kita telah mengajukan sesuai berdua suratnya Polrestabes Surabaya. Surat kami dapat tanggal 29 Juli, dan langsung kita isian ke SOI pada masa itu juga,” ucapan Regi.
sebelum itu, keberadaan SSY juga Tak teridentifikasi oleh Muhammad Adi Prastio (26), sopir pribadi SSY. Adi berucap, telah Tak menyaksikan atasannya tersebut sejak mula Agustus 2026.
“gua anyar dua bulanan. sebelum itu Eksis sopir pribadinya, Beliau resign dikarenakan maunya sendirian. Kemarin Eksis masalah kan, sekarang enggak tahu posisinya di mana. Nunggu masalah berakhir mungkin kembali ke sini. Sejak mula Agustus telah enggak pernah kelihatan,” ujar Adi.
Beliau juga menolak pernah menyaksikan adanya dugaan kekerasan seksual maupun pelecehan Nan dikerjakan SSY, berkualitas di restoran maupun di Griya pribadinya.
“Kalau dugaan kekerasan, pelecehan seksual enggak pernah Eksis di resto maupun di Griya pribadinya. gua selaku driver pribadi, itu enggak Eksis Nan namanya pelecehan, pencabulan itu enggak Eksis. Baju sekali enggak Eksis. Kalau korbannya laporan ke Polrestabes, itu dugaan kemungkinan gajinya turun pas di sini, mungkin. Soalnya Saya enggak tahu kejadiannya juga. terus Eksis masalah pribadi lainnya kan enggak tahu,” ujarnya.
Adi juga menolak SSY Mempunyai kebiasaan memaksa orang lain mengonsumsi minuman keras.
“Kalau semisal diajak seruput, kemungkinan gua juga ikut seruput, Niscaya gua seruput. Hanya gua enggak pernah seruput Baju beliau. Pak Son enggak pernah memaksa, kalau Nan diajak enggak mau ya telah. Beliau enggak pernah memaksa,” katanya.
Sejak SSY Tak teridentifikasi keberadaannya, rumahnya di Perumahan Graha Famili Blok O, Wiyung, Surabaya, dikatakan internal kondisi Hampa. Adi menyebut SSY selama ini tinggal seorang diri di Griya tersebut.
“gua sekarang diberi tanggung respon ciptakan jaga keamanan juga. Sejak mula Agustus telah enggak pernah kelihatan. Pak Son tinggal di Graha Famili itu seorang diri. Sekarang rumahnya kosongan. Enggak dikontrakkan,” pungkasnya.
saat ini, informasi mengenai keberadaan Bos Restoran Son Ga, berada di Korea Selatan. Ini berdasarkan keterangan kuasa aturan korban. Fana itu, tahapan penanganan laporan dugaan kekerasan seksual tersebut, Tetap bergulir di Polrestabes Surabaya. (M9)