lobangpipis Polisi Gadungan di Surabaya Tipu hingga Perkosa Pacar




Surabaya

Kedok seorang polisi gadungan di Surabaya pada akhirnya terbongkar setelah disinyalir memperkosa pacarnya Nan berusia 19 tahun. Pelaku berinisial MA (34) lebih masa lalu mengelabui korban dan keluarganya berbarengan mengaku sebagai Personil polisi Nan berdinas di Polda Jawa Timur, bahkan ia kerap mengenakan seragam dinas polisi.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto memaparkan, hal tersebut bermula ketika korban berkenalan berbarengan MA di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Maret 2026.

“Keduanya kemudian meneruskan komunikasi melalui TikTok, berlanjut ke Instagram, dan WhatsApp,” Jernih Hadi, Pekan (26/7/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekeliling dua pekan setelah berkenalan, korban dan pelaku dikatakan menjalin Interaksi percintaan. Kemudian pada April 2026, pelaku tampak ke Griya korban berbarengan mengenakan seragam polisi.

“(MA) memaparkan bahwa dirinya bekerja sebagai polisi di Polda Jatim,” tutur Hadi.

Di rembulan Nan Baju, pelaku kemudian disinyalir menginginkan Duit Rp 1,1 juta kepada korban berbarengan alasan hasilkan mengoreksi sepeda motor.

“Korban meminjami berbarengan dipinjamkan ke mamanya dan diserahkan kepada tersangka,” bongkar Hadi.

Lampau dugaan kekerasan seksual terwujud pada Mei 2026. ketika itu, pelaku tampak ke Griya korban dan berbincang di ruang inti lantai 2. Pelaku disinyalir merayu korban hasilkan mengerjakan Interaksi tubuh. Namun, korban menolak. Pelaku dikatakan tetap memaksa hingga korban meronta.

MA juga disinyalir mengancam akan memutuskan Interaksi Kalau korban Tak menuruti keinginannya.

“lalu pelaku berbisik ‘di masa depan Anda gua nikahi dan gua berikan mobil’,” bongkar Hadi.

Tak berhenti di sana, pelaku kembali mengerjakan tindakan kekerasan seksual pada korban Sekeliling rembulan Mei 2026. Di Letak Nan Baju, MA disinyalir kembali memaksa korban mengerjakan Interaksi seksual. bagian dalam peristiwa tersebut, korban dikatakan merasakan pendarahan.

Usai tindakan tersebut, pada ujung Mei 2026, pelaku menghadiri acara kelulusan korban di sekolah berbarengan mengenakan seragam dinas polisi.

“Sehingga Membikin makin yakin penuh keluarga dan korban apabila pelaku akurat polisi,” berikut Hadi.

Identitas MA sebagai polisi gadungan pada akhirnya terbongkar pada Rabu (24/6/2026). ketika itu, MA berencana tampak ke Griya korban.

“Namun belum Tiba di Griya korban, Abang korban dan Personil Polsek Benowo mendatangi pelaku dan diajak ke Polsek hasilkan menanyakan keadaan pelaku terkait pekerjaannya. Sehingga terbongkar tersangka Ialah polisi gadungan,” pungkas Hadi.

(irb/hil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *