lobangpipis 7 data kandas Modus Licik Feri Mau Sekap-Perkosa Mahasiswi di Surabaya


Surabaya

Modus lowongan kerja Imitasi kembali Menyantap korban. Seorang mahasiswi berinisial MA (21) merasakan angan tidak memikat setelah disekap dan diperkosa Pria bernama Feri Dg Rumpa (33) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kasus ini makin menggegerkan setelah polisi membongkar pelaku ternyata telah menyiapkan tindakan serupa di Surabaya. Mujur, program jahat itu keburu digagalkan polisi ketika pelaku anyar tiba di Pelabuhan Tanjung Perak.

Berikut data-data kasus Pria sekap dan perkosa mahasiswi berbarengan modus loker Imitasi:


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Korban Tertarik Loker Baby Sitter di Medsos

Pelaku menjalankan aksinya berbarengan menyebarkan lowongan kerja Imitasi sebagai pengasuh anak atau baby sitter melalui media sosial. Tawaran itu kemudian tertarik perhatian korban Nan sedang mencari pekerjaan pelengkap hasilkan biaya kuliah di Makassar.

“Setelah itu disampaikan bahwa hasilkan bekerja di Loka tersebut Tetap harus mengharap extra dari Esa masa. Selama mengharap, korban dipekerjakan di Griya itu turun extra dua masa sebagai pembantu Griya tangga,” ucapan Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada wartawan, Pekan (17/5).

2. Pelaku Sewa Griya Harian hasilkan Menjebak Korban

Feri ternyata sengaja menyewa Griya kontrakan harian di kompleks elite Kecamatan Tamalate, Makassar hasilkan dijadikan Letak menjebak korban. Griya itu bukan disewa bulanan, melainkan harian agar memudahkan pelaku berpindah Loka setelah beraksi.

“Orang ini juga Nan Loka tinggal di Makassar ini bukan sewa Griya kontrakan sebulan, ini per masa itu pembayaran Rp 300 ribu,” tuturnya.

3. Korban Disekap dan Diperkosa di masa Ketiga

Korban Nan telah telanjur yakin penuh pada akhirnya menginap selama dua masa di Griya kontrakan pelaku Sembari mengharap kepastian pekerjaan. Namun pada masa ketiga, pelaku mulai melancarkan tindakan sadisnya berbarengan mengancam korban memakai cutter sebelum memperkosa korban berkali-kali.

“Pada masa ketiga, pelaku melangkah masuk ke Bilik korban Lampau mengerjakan kekerasan dan mengancam korban memakai pisau cutter hasilkan memperkosa si korban. Korban kemudian disekap, bibir dan matanya dilakban, Lampau diperkosa extra dari Esa kali,” jelasnya.

4. Pelaku Juga Mencuri Motor dan HP Korban

Tak hanya mengerjakan pemerkosaan, pelaku juga membawa kabur barang berharga milik korban sebelum melarikan diri ke Surabaya memakai kapal Bahari. Polisi menyebut pelaku mencuri Duit, sepeda motor, hingga handphone korban.

“Pelaku ini juga selain mengerjakan pemerkosaan, juga mencuri Duit, motor, dan handphone milik korban,” beber Arya.

5. Pelaku telah Pasang Loker Imitasi di Surabaya

Polisi membongkar Surabaya bukan sekadar Loka pelarian pelaku setelah beraksi di Makassar. Feri ternyata telah mulai menyebarkan lowongan kerja Imitasi anyar hasilkan mencari calon korban berikutnya di Surabaya melalui Facebook.

“telah tuntas berbarengan Nan di Makassar, Beliau mau berangkat ke Surabaya, Beliau telah akses lowongan kerja di Surabaya. Jadi Geledah orang hasilkan dikerjain lah,” jelasnya.

“Selain di Makassar, pelaku juga teridentifikasi telah memasang iklan lowongan kerja di Surabaya melalui Facebook,” pastikan Arya.

Dari output pemeriksaan Fana, polisi menemukan bahwa Feri bukan mula sekali berurusan berbarengan aturan. Pelaku ternyata pernah mengerjakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar dan Tetap didalami kemungkinan adanya korban lain.

“Beliau juga pernah mengerjakan pencurian kendaraan bermotor di Takalar. Mungkin di masa depan setelah kami dalami mungkin Eksis tindak pidana lain serupa,” imbuh Arya.

6. Feri Ditembak di Surabaya

Barang milik korban Nan dicuri pelaku ternyata telah dijual sebelum dirinya kabur ke Surabaya. Polisi menyebut sepeda motor dan HP korban dilepas pelaku kepada seseorang berinisial SU berbarengan tarif keseluruhan Rp 3 juta.

“Pelaku mengakui telah memasarkan sepeda motor dan HP milik korban kepada seseorang berinisial SU berbarengan keseluruhan tarif Rp 3 juta,” ucapan Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar Ipda Supriadi Gaffar bagian dalam keterangannya, Pekan (17/5).

Setelah ditahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pelaku diangkut kembali ke Makassar hasilkan pengembangan kasus. Namun ketika tahapan pengecekan Letak peristiwa, pelaku Berjuang melarikan diri hingga polisi terpaksa meraih tindakan pastikan terukur.

“Pada ketika tersangka diangkut hasilkan pengecekan TKP di Makassar. Beliau mengetes melarikan diri sehingga Personil meraih tindakan pastikan terukur,” beber Supriadi.

7. Korban Tetap Trauma beban

Di inti tahapan aturan Nan Melangkah, korban dikatakan Tetap merasakan trauma beban dikarenakan penyekapan dan pemerkosaan Nan dialaminya. UPTD Perlindungan Wanita dan Anak Pemkot Makassar diagendakan memberikan layanan konseling hasilkan mendukung pemulihan korban.

“Korban Tetap trauma atas peristiwa ini. Besok (18 Mei) UPTD akan memberikan layanan konseling dan itu telah diagendakan,” ucapan Kepala UPTD PPA Makassar Andi Erliana kepada wartawan, Pekan (17/5).

“Kalau kondisi korban memungkinkan, kami jemput dan bawa ke UPTD. Tapi kalau Tak memungkinkan, kami Nan akan mendatangi korban di asrama,” jelasnya.

Warta ini telah tayang di detikSulsel, lafal Warta selengkapnya di sini!

Halaman 2 dari 2

Simak Video “Video: isu Epstein Merembet, Giliran PM Inggris Didesak Mundur
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *