lobangpipis Pegawai Griya santap di Lombok Barat disinyalir Perkosa Siswi PKL


Mataram (NTBSatu) – Polres Lombok Barat mulai menyidik kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Usul Dompu Nan disinyalir mengikutsertakan pegawai Griya santap di Lombok Barat. Polisi telah menjaga terduga pelaku berinisial LTD (20).

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Heddy Permana menyetujui anggotanya telah menjaga LTD. Penduduk Seiring Personil Polsek Labuapi extra sebelumnya menangkap cowok tersebut. Kemudian menyerahkannya kepada Unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat.

“Pelaku dikendalikan Baju Penduduk dan Polsek Labuapi, kemudian diserahkan ke Unit PPA Polres Lobar,” ungkapan Heddy Selasa, 3 November 2026.

Heddy menjaga penyidik telah menaikkan penanganan perkara tersebut ke tahap penyidikan. “telah sidik,” tegasnya.

Ia juga menyetujui, penyidik telah menemukan bukti permulaan Nan lumayan hasilkan mendalami dugaan tindak pidana itu. “Nan Jernih terduga pelaku telah melangkah masuk kategori Matang,” ungkapnya.

Dugaan pemerkosaan itu terwujud pada Kamis, 22 Oktober 2026 Lampau. ketika peristiwa, korban inti menjalani PKL di keliru Esa Griya santap di Lombok Barat. Fana LTD sebagai pegawai mutakhir di Loka tersebut.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi berbisik, pihaknya telah mendampingi korban. LPA juga Berikhtiar memperlihatkan tenaga psikolog hasilkan menolong pemulihan kondisi psikologis korban.

“Kita sedang mencarikan psikolog hasilkan penanganan psikologis korban. Kita juga telah berkomunikasi berbarengan rekan-rekan di Polres Lombok Barat,” ujar Joko.

Berdasarkan informasi Fana Nan diperoleh LPA, korban merupakan siswi Usul Dompu Nan sedang mengejar kegiatan PKL di Griya santap tersebut. LPA Tetap menyebut peristiwa itu sebagai dugaan pemerkosaan.

“Dugaannya Fana pemerkosaan,” ungkapan akademisi Universitas Mataram (Unram) ini.

Selain mendampingi pemulihan korban, LPA Kota Mataram juga akan berkoordinasi berbarengan UPTD Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Kabupaten Dompu. jejak itu hasilkan menjaga korban mendapat pendampingan psikologis dan psikososial di area asalnya. (*)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *